Tak Punya Lahan, Lantai 2 Rumah Dijadikan Kebun Sayur Organik Oleh Anggota Kodim Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Tak ada rotan, akar pun jadi. Meski tidak punya lahan, pekarangan kosong lantai 2 rumah disulap menjadi kebun organik yang dihiasi dengan sayuran hijau ala hidroponik.

Hal itulah yang dilakukan Sersan Mayor, Nova Samara anggota staf Intel Kodim 1605/Belu sejak tahun lalu kembangkan sayur hidroponik. Pengembangan sayur hidroponik di tengah pandemi Covid-19 sebagai salah satu solusi ketahanan pangan.

Ditemui awak media di sela-sela panen sayur di kediamannya, Kamis malam (30/4/2021) Nova mengisahkan bahwa dirinya sukses kembangkan sayur hidroponik terinspirasi dari hobinya di bidang pertanian selain sebagai seorang Prajurit TNI aktif.

Ingin mencoba hal baru dalam bidang pertanian khususnya mengembangkan sayur tanpa menggunakan tanah, dirinya pun belajar dari youtube cara bertani menanam sayur tapi tidak menggunakan tanah.

“Saya mulai kembangkan sayur hidroponik ini sejak Maret tahun lalu. dan hasilnya hari ini sudah 6000 lubang. Sebagai seorang Prajurit TNI, saya hobi pertanian dan coba hal baru kembangkan sayur hidroponik sampai saat ini,” ujar dia.

Uniknya, kebun sayur hidroponik dikembangkan Serka Nova diatas lantai dua rumahnya yang kosong seluas 7×24 meter. Hal itu dikarenakan rumah tidak mempunyai pekarangan kosong.

“Kalau diluar pasti harus beli lahan lagi. Mumpung lantai dua semen frei diatas, maka itu punya ide mencoba yang unik tidak gunakan tanah di atas rumah dan manfaatkan pipa paralon,” ungkap dia.

Jelas Nova, jenis sayur hidroponik yang dikembangkan selama ini, sayur kangkung, selada, kale, pakcoi, kailan, sawi, pagoda, sawi manis. Untuk sayur favoritnya pakcoi, selada dan sayur kale yang dijuluki ratunya sayur.

“Medianya berbeda, kita gunakan pipa dan rakit apung, air, listrik dan pupuk cair. Usia tanam satu bulan bisa dipanen. Ada juga tomat serta jenis sayur lain yang akan kita kembangkan,” ungkap dia.

Lanjut Nova, pola pertanian hidroponik ini keuntungannya sangat banyak. Meski lahan kecil bisa dimaafkan cukup dengan media air, pipa, listrik dan fasilitas lainnya.

“Sayur hidroponik sehat bagi warga, dan kebutuhan bagi warga sangat kurang untuk sayur, dengan kebun sayur ini memenuhi kebutuhan warga. Sampai saat ini memenuhi kebutuhan sayuran di lokal hingga pelanggan di Kupang dan cukup memenuhi kebutuhan warga,” sebut Nova.

Masih menurut dia, inovasi ke depan untuk pengembangan hidroponik dirinya siap dan bersedia ingin perkenalkan pertanian yang baru. Di Belu ini sayur hidroponik baru dan ini pertanian sehat tidak gunakan peptisida dan harap ada desa hidroponik di Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL.

“Penjualan ada harga kebun, dan harga langsung ke pesanan. Mau belajar akan kita siapkan tempat belajar kembangkan sayur hidroponik nanti akan lahan di Kodim Belu,” tambah Nova.