Satu Tahun Kepemimpinan, Wali Kota Mengaku Belum Maksimal
Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Walikota Kupang Jefri Riwu Kore mengaku, selama masa kepemimpinanya sebagai Wali Kota Kupang, persoalan air bersih yang selalu menjadi pengeluhan warga belum tertangani sepenuhnya. Hal itu disebabkan pihak PDAM Kabupaten Kupang belum banyak membuka sambungan baru untuk masyarakat Kota Kupang.
“Harus diakui bahwa belum ada kemajuan berarti dari hasil Perjanjian Kerjasama. Masih banyak warga yang belum mendapat sambungan rumah dari pihak PDAM,” kata Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore kepada wartawan di Ruang Garuda, Kantor Wali Kota Kupang, Jumat (24/08/2018).
Wali Kota mengaku, dengan belum ada kemajuan dari Hasil PKS dengan pihak PDAM Kabupaten Kupang, pemerintah Kota Kupang tengah memikirkan cara lain untuk menyiapkan air bersih bagi warga Kota Kupang. Salah satu cara yang akan dilakukan adalah melakukan loby dengan pemerintah Provinsi NTT, terkait pengelolaan BLUD-SPAM.
“Sebagai Wali Kota Kupang, saya berbicara beberapa kali dengan Gubernur NTT terpilih, Viktor Laiskodat. Dalam pembicaraan kami, saya mengutarakan keinginan pemerintah Kota Kupang untuk bisa mengelola langsung BLUD-SPAM, agar pelayana air bersih bisa lebih maksimal,” katanya.
Jefri mengaku, selama ini pemerintah Kota Kupang lewat PDAM Tirta Bening Lontar menggunakan jasa BLUD-SPAM dengan cara membeli air curah untuk di distribusi kepada pelanggan. Sayangnya distribusi tidak maksimal dan pihak BLUD-SPAM sering berdalih tentang biaya operasional yang besar, pemerintah Kota Kupang tidak menyiapkan reaervoir yang besar dan berbagai alasan lainya. Atas dasar itu, pemerintah sangat menginginkan untuk mengelola sendiri BLUD-SPAM agar pelayanan lebih prima.
Selain masalah air, Wali Kota juga mengaku bahwa program smart city juga belum berjalan maksimal karena terkendala masalah anggaran. Untuk itu, di tahun 2019 mendatang pemerintah akan mengusulkan anggaran tambahan agar program smart city bisa berjalan.
“Meskipun ada program yang belum berjalan dengan baik, tapi secara keseluruhan ada perubahan dalam penataan Kota Kupang. Masalah pelayanan publik terus kami benahi, tata kelola pemerintahan bebas KKN juga sudah berjalan dengan baik. Untuk itu kami mengharapkan dukungan masyarakat dan aparatur pemerintah agar semua pembangunan yang tertuang dalam RPJMD dapat berjalan dengan baik,” kata Wali Kota.

