Majelis GMMI Tahbiskan Dan Perhadapkan Tujuh Pendeta

Bagikan Artikel ini

Lapporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Majelis Sinode Gereja Masehi Musafir Indonesia (GMMI) mentahbiskan enam orang Pendeta dan 1 pendeta untuk diperhadapkan. Acara pentabisan enam pendeta dan Perhadapkan satu orang pendeta GMMI berlangsung di Jemaat GMMI Hermon Nunbaun Sabu, Jumat (24/08/2018). Pentabisan dan Perhadapkan ketujuh pendeta dilakukan Ketua Sinode GMMI, Pdt Yehezkial Hede, yang dihadiri Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore.

Usai Pentabisan pdt.Yehezkiel Hede, S.Th. MA mengaku bersyukur atas pentabisan, perhadapkan 7 orang pendeta dilingkup GMMI.

“Kegiatan ini boleh dapat terjadi karena hikmah yang diberikan Tuhan Yesus Kristus pemilik dan pendiri gereja yang oleh anugerahnya telah memberi visi besar kepada founding father GMMI sejak 17 Desember 1950,” katanya.

Menurutnya, Kini GMMI berdiri sejajar dengan 353 sinode/denomisai yang ada di Indonesia serta salah satu sinode yang berpusat di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Momentum pentahbisan pendeta hari ini adalah Kairos Tuhan bagi 7 orang hambahnya sebagai, kawan sekerja Allah dan selamat bergabung dan berkarya bersama GMMI, dan kita sebagai pelayan Tuhan harus membantu Pemerintah Kota Kupang,” ujarnya.

Ssmentara itu Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dalam sambutannya, sangat berharap keberadaan gereja dalam membantu pemerintah.

Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang dalam melaksanakan pembangunan membutuhkan peran serta dari semua pihak guna suksesnya program yang akan dilaksanakan tersebut.

Salah satunya adalah pihak gereja yang dalam misinya, melaksanakan tugas perdamaian melalui pembinaan para jemaat gereja menuju masyarakat yang taat, tertib dan takut akan Tuhan. Menyadari vitalnya tugas tersebut, Pemerintah Kota Kupang menaruh posisi lembaga gereja sebagai partner dalam mensukseskan program Pemerintah. Khususnya dibidang kerohanian serta pertumbuhan mental psikologi masyarakat menuju kepada warga yang taat hukum dan tertib, upaya-upaya dari pihak gereja ini dipandang penting untuk sukses tidaknya suatu pembangunan pada satu daerah.

Ketua panitia, Aprilus Ratu Wie dalam laporan panitia penyelenggara ibadah pentahbisan dan perhadapkan pendeta lingkup sinode GMMI mengatakan, Dalam hubungan dan kebutuhan pelayanan tethadap jemaat di lingkup Gereja Masehi Musafir Indonesia (GMMI), yang semakin kompleks untuk memperlengkapi warga jemaat yang paham terhadap ajaran alkitab.

“Tantangan globalisasi maupun interaksi sosial dan menumbuhkan para pimpinan baru dalam melanjutkan estafet pelayanan secara bersinergi maka di pandang perlu untuk menabiskan pendeta untuk memenuhi kebutuhan pelayanan di lingkup GMMI,” ujarnya.