Pererat Hubungan dengan Masyarakat, Stisip Fajar Timur Atambua Gelar Nobar Piala Dunia 2026

Bagikan Artikel ini

Laporan Yan Manek
Atambua, NTTOnlinenow.com – BEM STISIP Fajar Timur Atambua, Kabupaten Belu menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 bersama masyarakat di cafe KDRT Atambua wilayah perbatasan RI-RDTL, Selasa dini hari (23/6/2026).

Selain pererat silaturahmi, nobar laga Argentina vs Austria sebagai wadah untuk meningkatkan, mempererat hubungan kekeluargaan, kebersamaan serta membangun solidaritas di antara mahasiswa dan masyarakat.

Suasana kebersamaan dalam nobar berlangsung antusias. Tampak begitu hangat saat mahasiswa dan masyarakat bersama-sama menyaksikan pertandingan sepak bola bergengsi tingkat dunia tersebut.

Ketua BEM Stisip Fajar Timur Atambua, Welfridus Kali mengatakan, kegiatan nobar bukan sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola. Tapi juga menjadi momentum untuk menjalin komunikasi yang lebih erat, memperkokoh tali persaudaraan, dan menciptakan suasana kebersamaan yang positif.

“Nobar Piala Dunia ini selain menjadi sarana hiburan, tetapi juga bertujuan mempererat hubungan, memperkuat komunikasi sosial serta soliditas antara mahasiswa dengan masyarakat,” ujar dia.

Fridus sapaan akrab berharap, melalui kegiatan sederhana ini melahirkan semangat persatuan, kekompakan, dan rasa saling menghargai di tengah keberagaman masyarakat perbatasan Belu.

“Dengan semangat sportivitas dan persaudaraan, BEM STISIP Fajar Timur Atambua terus berkomitmen menghadirkan kegiatan-kegiatan yang mampu menyatukan mahasiswa dan masyarakat dalam suasana yang hangat, akrab, dan penuh kebersamaan,” ungkap dia.

Melalui kegiatan Nobar STISIP Fajar Timur Atambua bersama warga dalam rangka cipta kondisi menunjukkan komitmen untuk mendukung terciptanya situasi yang aman, kondusif, dan harmonis di perbatasan Belu.

“Diharapkan masyarakat semakin bijak dalam menggunakan media sosial serta berperan aktif dalam menangkal penyebaran isu dan berita hoaks yang dapat merugikan kepentingan bersama,” pinta Fridus.

Sementara itu, Don Kapitan (Owner Cafe KDRT) memberikan apresiasi kepada STISIP Fajar Timur Atambua dan warga atas terselenggaranya kegiatan nobar yang dinilai sangat positif, bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat.

Dikatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah mempererat kebersamaan dan silaturahmi antarwarga, tetapi juga sarana edukasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial.

Lanjut Kapitan, maraknya penyebaran isu provokatif dan berita hoaks berpotensi menimbulkan keresahan serta mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Karena itu, diharapkan masyarakat mampu memilah informasi dengan baik, melakukan verifikasi terhadap sumber berita, serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” pinta dia.

Melalui nobar Piala Dunia 2026, Kapitan mengajak generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam meningkatkan literasi digital dan berperan aktif dalam menangkal penyebaran hoaks di perbatasan Belu.

“Kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, pelaku usaha, pemerintah daerah, dan aparat keamanan sangat diperlukan guna menjaga persatuan, kerukunan, serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Rai Belu,” pungkas Kapitan.