Cahaya Kemerdekaan di Nonotbatan: Listrik Masuk Desa, PLN Edukasi Keselamatan

Bagikan Artikel ini

Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Kemerdekaan terasa kian nyata bagi warga Desa Nonotbatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Menjelang Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, desa di wilayah perbatasan ini resmi menikmati aliran listrik untuk pertama kalinya. Mengiringi momen bersejarah tersebut, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kefamenanu menggelar sosialisasi pasang baru dan edukasi keselamatan ketenagalistrikan pada Selasa (04/08).

Edukasi ini difokuskan pada prosedur resmi penyambungan baru, pemanfaatan energi secara bijak, hingga langkah pencegahan potensi bahaya listrik di rumah tangga. Langkah pendampingan ini dinilai krusial mengingat mayoritas masyarakat baru pertama kali menggunakan listrik secara mandiri.

Kepala Desa Nonotbatan, Marianus Tes, menyampaikan apresiasi mendalam atas terwujudnya impian warga yang telah lama dinantikan.
“Ini yang kami nantikan selama ini, merasakan listrik dan melihat lampu menyala di rumah kami. Kami memohon perhatian dan pendampingan berkelanjutan dari PLN bagi masyarakat Desa Nonotbatan,” ungkap Marianus.

Manager PLN ULP Kefamenanu, Anak Agung Ngurah Maha Adisurya, menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam penyambungan jaringan baru di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
“Edukasi keselamatan adalah bagian tak terpisahkan dari penyambungan listrik baru. Karena ini pengalaman pertama warga, pemahaman akan aspek keselamatan menjadi kunci agar manfaat listrik dapat dirasakan secara aman dan berkelanjutan,” jelas Anak Agung.

Agung juga menambahkan bahwa kehadiran listrik di Desa Nonotbatan merupakan wujud komitmen PLN dalam memperluas akses energi inklusif hingga ke pelosok negeri.
“PLN tidak hanya menghadirkan listrik, tetapi juga menjaga keandalan pasokan dan terus mendampingi warga agar energi ini dapat memicu kegiatan ekonomi produktif, menunjang pendidikan anak-anak, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menegaskan pentingnya keadilan energi bagi percepatan pembangunan di NTT.
“Listrik adalah fondasi peningkatan kualitas hidup. Melalui pemerataan akses energi, PLN memastikan masyarakat di desa terpencil memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang di sektor pendidikan, kesehatan, maupun perekonomian. Kami berkomitmen terus memperkuat pelayanan sekaligus membangun budaya keselamatan kelistrikan di tengah masyarakat,” tegas Eko .

Melalui kolaborasi erat antara PLN, pemerintah daerah, dan warga lokal, hadirnya penerangan di Desa Nonotbatan diharapkan mampu membawa harapan baru, rasa aman, serta mendorong roda perekonomian di wilayah perbatasan Indonesia.***