Perkuat Pembinaan Vokasi, SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Kembangkan Kompetensi Siswa melalui Safety Riding Lab
Malang, NTTOnlinenow.com – Pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong siswa memiliki kompetensi pendukung, kedisiplinan, komunikasi, serta kesadaran keselamatan. Hal ini menjadi bagian dari pembinaan yang dilakukan PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) bersama sekolah binaan, salah satunya melalui pengembangan edukasi keselamatan berkendara di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kabupaten Malang.
Sebagai salah satu sekolah binaan MPM Honda Jatim, SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen memiliki Safety Riding Lab Astra Honda yang menjadi sarana pembelajaran untuk memberikan pengalaman edukasi keselamatan berkendara secara lebih aplikatif. Keberadaan fasilitas ini mendukung siswa untuk memahami keselamatan berkendara sekaligus menerapkan pengetahuan tersebut dalam aktivitas sehari-hari.
Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Mochamad Arief Luqman Hakim, M.Pd, mengatakan keberadaan Safety Riding Lab memberikan nilai tambah dalam proses pembelajaran di sekolah.
“Pembelajaran vokasi akan semakin kuat ketika siswa mendapatkan pengalaman yang tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis, tetapi juga penerapannya secara aman dan bertanggung jawab. Safety Riding Lab menjadi salah satu sarana yang membantu kami memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual kepada siswa,” ujarnya.
Pembinaan tersebut melibatkan dua guru pembina dan tujuh siswa yang aktif sebagai Duta Safety Riding di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Para siswa mendapatkan pembekalan mengenai keselamatan berkendara sekaligus pengalaman untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, edukasi, dan kepemimpinan melalui berbagai aktivitas di lingkungan sekolah.
Keterlibatan sebagai Duta Safety Riding menjadi bagian dari pengalaman pembelajaran yang mendukung pengembangan kompetensi nonteknis siswa. Selain memahami materi keselamatan berkendara, para duta juga belajar menyampaikan informasi, berkomunikasi dengan teman sebaya, serta mengajak lingkungan sekolah menerapkan perilaku berkendara yang aman.
Dengan didampingi dua guru pembina, ketujuh Duta Safety Riding secara aktif menjalankan kegiatan edukasi di lingkungan sekolah. Aktivitas tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus karakter yang dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Marketing Communication & Development Division Head MPM Honda Jatim, Suhari, mengatakan pembinaan sekolah vokasi menjadi salah satu upaya perusahaan dalam mendukung pengembangan kompetensi siswa secara menyeluruh.
“Kami ingin siswa tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang dapat membangun kemampuan komunikasi, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap keselamatan. Keterlibatan mereka sebagai Duta Safety Riding menjadi salah satu ruang untuk mengembangkan kompetensi tersebut secara langsung,” ungkapnya.
Safety Riding Lab Astra Honda SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen dilengkapi dengan sejumlah area pembelajaran, mulai dari zona audio-visual, zona simulasi, hingga zona praktik. Pada zona simulasi, siswa dapat mempelajari berbagai aspek keselamatan berkendara melalui Honda Riding Trainer (HRT), perlengkapan berkendara, referensi keselamatan, serta simulasi komponen sepeda motor. Sementara zona praktik memberikan pengalaman langsung melalui lintasan yang dilengkapi rambu dan berbagai bentuk rintangan.
Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif dan aplikatif, sehingga siswa dapat menghubungkan materi yang diperoleh dengan situasi yang dihadapi dalam aktivitas berkendara sehari-hari.
Sebagai bagian dari pembinaan pendidikan vokasi, MPM Honda Jatim secara berkelanjutan mendukung pengembangan sekolah melalui berbagai program, mulai dari pembelajaran teknik sepeda motor, peningkatan kompetensi guru, pengembangan fasilitas praktik, hingga penguatan kompetensi siswa.
Hingga 2026, MPM Honda Jatim membina 100 SMK Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Honda di wilayah Jawa Timur dan NTT. Pembinaan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pendidikan vokasi agar mampu menghasilkan lulusan dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri sepeda motor.
Melalui kolaborasi antara sekolah dan industri, pembinaan vokasi diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang semakin relevan bagi siswa. Dengan demikian, lulusan tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan pendukung dan kesadaran keselamatan sebagai bekal untuk berkembang di dunia kerja maupun berkontribusi di masyarakat.***

