Perahu yang Ditumpangi Tenggelam, Tiga TKI Asal NTT Meninggal di Malaysia

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Tiga orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah dipastikan menjadi korban dalam peristiwa tenggelamnya sebuah perahu di perairan Johor Bahru Malaysia, Senin (23/01/2017) sekitar pukul 10.17 Wita. Ketiga korban sudah teridentifikasi oleh pemerintah setempat.

Sesuai informasi, warga setempat menemukan sembilan mayat, terdiri tiga laki-laki dewasa dan enam perempuan dewasa terdampar di bibir pantai. Perahu itu diduga kuat berasal dari Batam dengan membawa sekitar 40 orang TKI.

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Kupang, Siwa mengatakan, sesuai data sementara saat ini terdapat tiga orang TKI asal NTT yang menjadi korban perahu karam. Menurutnya, para korban berasal dari Ende dan Belu.

Siwa menuturkan, korban dari Kabupaten Ende yaitu Maria Yuliana Reku dan Marlinda Sere. Saat ini, lanjutnya, para korban dalam proses pemulangan ke tanah air.

Baca : Pengadilan Federal Australia Menangkan Gugatan Petani Rumput Laut NTT

“Dua orang ini berasal dari Desa Jegharonggo Kecamatan Nangapenda Kabupaten Ende serta Lambertus Luan asal Kabupaten Belu. Untuk sementara tiga orang dan semuanya belum pulang, masih proses,” kata Siwa.

Dia menambahkan, dua korban dari Ende diduga kuat illegal karena tidak terdaftar di kantor BP3TKI Kupang atau Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOT TKLN). Sedangkan, korban dari Belu masih dicari tahu keberadaan keluarganya.

“Untuk dua orang asal Ende, kami sudah cek hasilnya tidak terdata di Sisko TKlN atau illegal dan keluarga yang melaporkan berita ini sehingga jelas keluarga sudah tahu. Sedangkan satu org asal Belu masih dicari keluarganya karena info baru kami terima malam ini,” tandas Siwa.

Kepala BP3TKI Kupang, Tato Tirang menambahkan, BPTKI Kupang bersama pihak terkait akan memfasilitasi pemulangan para korban baik yang hidup maupun yang telah meninggal dunia.

“Kami akan memfasilitasi pemulangan dari Kupang ke daerah asalnya di NTT baik yang meninggal maupun masih hidup,” ungkap Tirang.