Dukung Pemkab Cegah DBD, Kodim Belu Bersihkan Sampah di Fasilitas Umum dan Gereja Haekesak

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Koramil 1605-08/Haekesak menggelar karya bakti pembersihan sampah di pasar tradisional Wemory dan Gereja Santo Aloysius Gonzaga, Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL, Kamis (12/3/2020).

Selain peduli lingkungan, kegiatan yang melibatkan anggota Koramil Haekesak, petugas Puskesmas mitra Koramil serta perguruan PSHT dan IKS sekaligus bentuk dukungan terhadap pemerintah daerah dalam hal mencegah penyakit Demam Berdarah Denque (DBD).

Dandim 1605/Belu, Letkol Inf. Ari Dwi Nugroho kepada media saat dihubungi, Kamis (12/3/2020) menuturkan, kegiatan karya bakti pembersihan sampah dalam rangka mencegah wabah DBD menjadi perhatian serius seluruh pihak termasuk aparat TNI.

Dalam rapat Pemerintah Belu bersama sejumlah elemen pekan lalu jelas bahwa, selain menginstruksikan para OPD, Camat dan Puskesmas, unsur TNI dan Polri juga turut berperan aktif melaksanakan pencegahan DBD melalui kerja bakti pembersihan lingkungan.

“Selain lakukan pembersihan lingkungan dan personil Kodim 1605/Belu juga terlibat dalam pembagian abate bersama pihak Puskesmas di wilayah kerja Koramil,” ujar Nugroho.

Danramil 1605-08/Hekaesak Kapten Inf Sri Widayat mengatakan, kegiatan dalam rangka mendukung Pemerintah Belu. Mengapresiasi himbauan Pemerintah Kecamatan Raihat dilaksanakan sasaran karya bakti di tiga titik yakni, Desa Asumanu, Maumutin dan Tohe.

Kegiatan karya bakti memprioritaskan lingkungan yang dipakai untuk pasilitas umum seperti lokasi pasar tradisional , gereja, posyandu dan terlebih lingkungan rumah yang wajib di bersihkan oleh pemiliknya sebagai hunian sehat pecegahan awal penyakit DBD.

“Dalam kegiatannya kita juga mengerakan dan berkordinasi dengan dengan berbagai perguruan sepert IKS dan PSH untuk ikut berperan aktif dalam turut menjaga kebersihan lingkungan dan menyadarkan masyarakat mahalnya harga kesehatan apabila berakibat kematian,” ujar dia.

Dikatakan, kegiatan pembersihan pasar tradisional yang dipergunakan masyarakat Raihat, dimana tempat dan aktivitas dalam berinteraksi penggerak ekonomi masyarakat. Pihaknya memandang perlu untuk dilaksanakan karya bakti mengingat di pasar Wemory belum tersedianya tempat sampah, dan kondisi rumput juga tinggi saat musim penghujan.

Sementara itu, Pastor Paroki Haekesak, Romo Bromolingga ndun Pr mengharapkan, agar di kompleks pasar tradisional di buatkan tempat sampah, sehingga saat aktifitas pasar berlangsung sampah-sampah dibuang pada tempat sampah yang telah tersedia terkumpul menjadi satu.