Promosi Potensi Wisata Belu Lewat Festival Crossborder
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTonlinenow.com – Kepala Dinas Pariwisata Belu, Johanes Andes Prihatin mengatakan, konser festival Wonderful Indonesia Crossborder Kementerian Pariwisata RI dalam tahun 2017 di perbatasan Kabupaten Belu ada lima even.
“Even festival Crossborder hari Minggu 27 Agustus lusa ini konser band legendaris Jamrud dan Cokelat yang dibawa oleh Kementerian Pariwisata RI. Konser ini yang kedua kali dalam tahun ini,” ujar Andes dalam press confrence di Atambua, Jumat (25/8/2017), Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan RI-Timor Leste.
Menurut Prihatin, nantinya dalam konser dua band papan atas tersebut, band lokal Belu sebagai pembuka di konser dan sekaligus menyaring generasi muda yang mempunyai bakat di bidang kesenian tarik suara.
“Selain konser itu akan ada atraksi atau penampilan tarian tebe dari Wehor sekaligus mempromosikan potensi budaya daerah Belu yang ada. Beberapa tarian tebe seperti tebe Raimanuk sekarang sudah trend dan sering boyong oleh BI dalam kegiatan di Jakarta,” sebut Andes.
Baca juga : Jamrud dan Cokelat Akan Konser Crossborder di Belu
Dikatakan, sinergitas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Belu sangat nampak. Sesuai usul saran awak media kedepan even serupa minta hanya satu band nasional dan perbanyak band lokal, akam dilanjutkan ke Kementerian Pariwisata dan tentunya semua kebijakan akan diambil setelah rapat bersama pihak Kementerian.
Lanjut dia, selain itu juga pada puncak malam konser akan ada juga stand-stand milik masyarakat Belu yang akan menampilkan hasil kerajinan atau kreatifitas warga seperti souvenir-souvenir, dan kuliner yang telah melalui seleksi dan itu akan dijual pada malam puncak festival. Hal itu berdampak besar dimana menguntungkan warga dari aspek ekonomi.
Ditambahkan, pihaknya juga akan meminta kelompok kerajinan mikro dampingan Dinas teknis agar bisa diarahkan untuk mendukung Dinas Pariwisata melalui even festival wonderful Indonesia Crossborder pada hari Minggu nanti, juga festival di tahun-tahun yang mendatang di tapal batas Belu dan Timor Leste.
“Kreatifitas itu penting dan warga puas apabila hasil mereka diminati oleh wisatawan dan laku terjual. Ini memacu kami untuk terus mempromosikan potensi yang ada di perbatasan Belu. Kita harap lewat festival ini bisa menarik para wisatawan manca negara yang melintas lewat pintu batas Mota’ain,” ujar Andes.

