Dandim 1618 TTU Salurkan Bantuan Logistik Untuk Korban Banjir Bandang
Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Pasca musibah banjir bandang, Selasa (31/01/2017) yang menimpa lima desa di kecamatan Biboki Anleu (Bian) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Dandim 1618/TTU Letkol Arm Budi Wahyono menemui para korban.
Kedatangan Dandim Budi Wahyono ke lokasi bencana yang masih merupakan wilayah tugas Kodim 1618/TTU, dalam rangka mengecek perumahan warga yang menjadi korban banjir bandang pada selasa kemarin. Ia juga meminta anggotanya untuk segera melakukan pembersihan rumah warga, perbaikan sarana umum yang rusak agar aktifitas masyarakat tidak terganggu.
Setelah terjun langsung dan ikut melakukan pembersihan rumah warga yang terkena musibah banjir, Dandim Budi Wahyono juga memberikan bantuan logistik kepada para korban banjir.
Diketahui sebelumnya, wilayah yang tergenang banjir bandang di Kecamatan Biboki Anleu yakni Desa Ponu, Desa Oemanu, Desa Kotafoun, Desa Nonotbatan dan Desa Motadik. Sementara di Kecamatan Insana Utara banjir bandang menimpa Desa Humusu Wini, Desa Oesoko dan Desa Humusu Oekolo.
Informasi yang dihimpun NTTOnlinenow.com, Rabu (01/02/2017) tercatat ratusan rumah warga termasuk fasilitas umum dan hamparan sawah milik warga ikut rusak terendam banjir. Bahkan ternak milik warga juga ikut hanyut terbawa banjir badang yang turun dari arah gunung.
Adapun sepanjang ruas jalan trans Timor digenangi air setinggi 1 meter sehingga sulit dilintasi kendaraan. Sarana umum lainnya, dua buah jembatan yakni jembatan Nonotbatan di wilayah Kecamatan Bian dan jembatan Temkuna di wilayah Wini Kecamatan Insana Utara, yang menghubungkan jalur Republik Demokratik Timor Leste dan Kabupaten Belu nyaris putus.
Baca : Banjir Bandang Rendam Perumahan Warga di TTU
Kepada NTTOnlinenow.com, Camat Insana Utara Dominikus Sio mengatakan, sebanyak tiga Desa di wilayahnya tergenang air akibat hujan deras yang terjadi selama dua hari. Hingga saat ini timnya masih berada dilapangan sehingga belum memastikan jumlah kerugian material yang dialami warganya.
“Sejak banjir melanda kemarin sore, hingga malamnya saya sudah monitoring di lapangan setelah mendapat laporan dari masyarakat. Untuk wilayah Insana Utara sebanyak tiga desa yang terkena dampak dari banjir bandang. Desa Humusu Oekolo sebanyak 26 rumah, Desa Oesoko sebanyak 7 rumah dan Desa Humusu Wini sebanyak 33 rumah. Bahkan sebuah gedung SMK Perikanan Wini juga ikut terendam banjir sehingga siswa tidak bisa melaksanakan aktifitas belajar mengajar”.
Dan untuk ke tingkat kabupaten, menurut Dominikus Sio belum dilaporkan secara lengkap kerugian yang dialami warganya, lantaran masih menunggu hasil pendataan dari tim Kecamatan yang tengah berada di lokasi. Harapannya pemerintah Kabupaten dapat membantu korban bencana yang kesulitan persediaan makanan dan pakaian.
Sementara penyampaian dari Camat Biboki Anleu Mikhael Oenunu mengatakan, sebanyak lima desa di wilayahnya terendam banjir karena hujan deras yang terjadi sejak Selasa (31/1/2017) mulai pagi hari hingga malam sehingga permukiman rumah warga, lahan sawah dan ternak ikut terkena dampak dari bencana banjir. Camat Oenunu juga mengatakan, banjir yang terjadi akibat luapan air dari sejumlah anak kali dan saluran irigasi jalan yang tidak bisa menampung air, sehingga merembes ke badan jalan bahkan menggenangi permukiman rumah penduduk dan persawahan.
“Kita masih melakukan pendataan di lapangan sehingga belum pastikan kerugian yang di alami warga. Ada warga yang sudah bersihkan rumahnya tapi sampai sekarang masih hujan sehingga air masih tergenang,”ungkapnya

