Banjir Bandang, Bocah Tiga Tahun Tertindih Runtuhan Saluran Irigasi diselamatkan TNI

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Banjir bandang yang terjadi di enam desa Kecamatan Biboki Anleu kabupaten Timor Tengah Utara pada Selasa sore (31/01/2017), nyaris meneggelamkan seorang bocah laki-laki bernama Ano ini dikabarkan sedang bermain di selokan depan rumah warga. Lantaran dekat sekali dengan rumah, orang tua dan sanak keluarga bocah Ano tak terlalu merasa kuatir.

Diketahui sehari sebelumnya terjadi banjir bandang yang merendam enam desa di Kecamatan Biboko Anelu. Dan akibat hantaman banjir sejak Selasa sore hingga Rabu dini hari, saluran irigasi runtuh dan bocah Ano terjepit diantara reruntuhan saluran irigasi dalam arus air yang masih lumayan deras.

Danramil 1618-06/Bian Kapten Ribut Dima membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban yang tertindih runtuhan lempengan utuh saluran irigasi diselamatkan anggota Koramil 1618-06 /Bian saat sementara melakukan pembersihan rumah warga yang tertimpa musibah banjir bandang.

Baca : Dandim 1618 TTU Salurkan Bantuan Logistik Untuk Korban Banjir Bandang

“Rabu pagi (01/02/2017), gabungan anggota polsek Bian dan Koramil 06/Bian sementara melakukan pembersihan seluruh rumah warga yang tertimpa bencana banjir. Tiba – tiba, kami mendengar teriakan meminta tolong. Ternyata warga sekitar melihat bocah Ano tertindih reruntuhan saluran irigasi. Bocah Ano malah terhimpit diantara reruntuhan utuh saluran irigasi. Dan secara spontan anggota Koramil yang sudah hampir selesai melakukan pembersihan rumah warga menuju ke lokasi kejadian dengan berbagai upaya mengeluarkan bocah Ano. Bocah Ano mengalami luka serius pada telapak tangan bagian dalam dan sudah dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan intensif”, jelas Kapten Ribut Dima.

Meskipun banjir bandang sudah mulai reda, namun sebagai langkah antisipasi datangnya banjir susulan Danramil 1618-06/Bian, Kapten Ribut Dima bersama anggota tetap siaga sembari terus mengingatkan seluruh warga agar tidak keluar atau beraktivitas di jalur air lantaran dapat membahayakan keselamatan warga.