Upaya PLN UPT Kupang Jaga Ekosistem dan Infrastruktur Flores

Bagikan Artikel ini

Magepanda, NTTOnlinenow.com – Menjaga terang di Pulau Flores ternyata tidak melulu soal bentangan kabel dan kokohnya gardu induk. Bagi PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Kupang, menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat juga berarti harus merawat ekosistem pesisir yang menjadi fondasi bagi berdirinya infrastruktur transmisi 70kV.

Sebagai wujud nyata komitmen terhadap transisi energi dan pelestarian alam, PLN UPT Kupang melakukan penanaman ratusan bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Selasa (5/5/2026).

Aksi ini merupakan langkah strategis untuk memagari aset kelistrikan sekaligus merawat keberlanjutan bumi melalui program “Energi Hijau, Flores Terjaga.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, F. Eko Sulistyono, menjelaskan bahwa garis pantai Flores merupakan jalur kritis bagi infrastruktur transmisi yang menyalurkan energi ke seluruh pulau.
“Mangrove adalah benteng alami. Akarnya mencengkeram tanah, menahan abrasi, dan meredam gelombang. Jika pesisir terkikis, menara transmisi kita terancam. Jika menara tersebut roboh, distribusi energi di Flores bisa terganggu. Jadi, menanam mangrove hari ini adalah upaya kami memperkuat sistem kelistrikan langsung dari akarnya,” tegas Eko.

Eko juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan masa depan energi yang bersih. “PLN tidak bisa berjalan sendiri. Transisi energi butuh gotong royong. Kami memulai dari hal yang paling dekat dengan masyarakat pesisir, karena bagi kami, terang yang sejati adalah terang yang tidak mengorbankan bumi,” tambahnya.

Penanaman ratusan bibit mangrove jenis Rhizophora ini dilakukan secara kolaboratif bersama Dinas Lingkungan Hidup, jajaran Pemerintah Daerah, tokoh pendidik, serta warga setempat. Lokasi penanaman dipilih secara spesifik karena berdekatan dengan jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kV Ropa – Maumere yang menjadi tulang punggung keandalan listrik Pulau Flores.

Manager PLN UPT Kupang, Muhammad Husen, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wajah humanis dari transisi energi. “Transisi energi bukan hanya soal mengganti mesin pembangkit menjadi Energi Baru Terbarukan (EBT), tapi juga bagaimana seluruh rantai operasional kita selaras dengan alam. Hari ini kita menanam agar anak cucu kelak bisa menikmati udara bersih dan pantai yang asri,” ujarnya.

Dukungan penuh datang dari Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sikka, Donatus Salfarotus, ST. Ia menyebut aksi PLN ini sebagai langkah krusial mengingat Sikka telah kehilangan hampir 12% hutan mangrovenya dalam satu dekade terakhir. “Ini bukan sekadar tanam pohon, ini investasi masa depan. Dengan PLN turun tangan, lingkungan aman, listrik aman, dan ekonomi rakyat pun ikut terjaga,” tutur Donatus.

Senada dengan itu, Camat Magepanda, Vinsensius Kustance, mengaku bangga melihat sinergi ini. “PLN tidak datang hanya membawa listrik, tapi membawa solusi nyata. Jika pesisir kuat, Magepanda kuat. Jika Magepanda terang, Flores juga terang,” pesan Vinsen kepada warganya.

Aksi penanaman ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang mendukung target Net Zero Emission 2060. Selain fungsi perlindungan fisik, hutan mangrove mampu menyimpan karbon 3-5 kali lebih banyak daripada hutan tropis daratan, menjadikannya pilar penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim global.(*)