Banjir Bandang Rendam Perumahan Warga di TTU
Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Beberapa titik bencana banjir bandang yang menimpa Kecamatan Biboki Anleu (Bian) kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Selasa (31/01/2017) mengakibatkan seluruh rumah di enam desa terendam banjir lantaran berada di daratan rendah. Diperparah dengan tingginya intensitas hujan.
Enam titik bencana banjir bandang setinggi hampir mencapai 1 meter di wilayah Bian diantaranya, desa Ponu meliputi kampung Klatun, kampung Baru dan kampung Peutana, desa Oemanu, desa Kotafoun tepatnya di kampung Oekui, desa Nonotbatan tepatnya di kampung Oetisi, desa Motadik tepatnya di kampung Dik dan kantor koramil 1618-06/Bian.
Banjir bandang yang melanda kecamatan Bian sejak Selasa sore, sempat melumpuhkan jalur trans timor, jalur penghubung negara Indonesia -Timor Leste. Sejumlah kendaraan hampir tak bisa melintas akibat tingginya genangan air dan lumpur menutupi permukaan jalan. Banjir bandang di wilayah kecamatan Bian merupakan banjir musiman yang terjadi apabila intensitas curah hujan yang tinggi dan berkepanjangan, mengingat wilayah Biboki Anleu merupakan daerah dengan dataran rendah.
Baca : KPU: Belum Ada Pasangan Calon Walikota Yang Masukan Materi Kampanye Media
Untuk mengatasi terjadinya banjir susulan di wilayah Bian, camat setempat Mikhael Oenunu S.Sos, bersama Kapolsek Bian Ipda Kristian Kase, dibantu Danramil 1618 – 06 / Bian, Kapten Ribut menyiagakan 10 personil melaksanakan patroli di enam titik bencana banjir dan sekitarnya. 10 personil dari Koramil 06/ Bian dengan sigap melakukan pengaturan arus lalu lintas dan menghimbau kepada warga masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur air karena dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
“Kami dibantu Kapolsek Bian dan anggotanya, juga personil dari Koramil Bian melakukan pengaturan arus lalu lintas. Personil dari Polsek dan Koramil Bian juga turut menghimbau masyarakat di enam titik yang terserang banjir bandang agar tidak keluar atau beraktivitas di jalur air lantaran dapat membahayakan keselamatan warga”, jelas Camat Mikhale Oenunu pertelepon.
Camat Oenunu juga mengakui dengan adanya bantuan personil TNI, menjelang malam pukul 19. 00 wita, banjir bandangpun mulai berangsur surut. Namun demikian semua pihak tetap siaga bersama masyarakat jikalau terjadi banjir susulan.

