Program OVOP di Nusa Tenggara Timur, Gubernur Dorong Keterlibatan Mahasiswa

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mendorong pelaksanaan program One Village One Product (OVOP) sebagai strategi untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, meminta organisasi kemahasiswaan di seluruh wilayah NTT ikut terlibat aktif dalam mendampingi masyarakat mengembangkan produk unggulan desa.

Menurut Gubernur Melkiades, keterlibatan mahasiswa menjadi penting karena mereka memiliki kapasitas dalam pendampingan, inovasi, pemasaran, hingga literasi digital.

“Organisasi kemahasiswaan bisa jadi motor penggerak. Mereka dapat membantu pelaku usaha desa meningkatkan kualitas produk, kemasan, hingga pemasaran digital agar produk desa lebih kompetitif,” kata Gubernur Melkiades Lakalena, dalam sambutanya saat membuka Rapat Evaluasi Program OVOP di NTT yang berlangsung di Aula Hotel Sasando Kupang, Kamis (27/11/2025)

Menurut Lakalena, Program OVOP bertujuan untuk mendorong setiap desa memiliki produk unggulan yang dapat mencerminkan potensi lokal sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. Melalui konsep ini, desa didorong untuk

Mengembangkan potensi sumber daya lokal, meningkatkan kualitas dan daya saing produk unggulan desa, memperluas akses pemasaran, baik di tingkat regional maupun nasional, dan menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat desa.

Gubernur menegaskan bahwa OVOP bukan hanya program ekonomi, tetapi juga gerakan pemberdayaan masyarakat. “Ketika satu desa fokus pada satu produk unggulan, kualitasnya akan meningkat dan masyarakat bisa merasakan manfaat ekonomi secara langsung,” tambah Melkiades.

Gubernur juga mengaku,Pemerintah provinsi berkomitmen memberikan dukungan berupa pelatihan, akses permodalan, hingga fasilitasi pemasaran. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi kemahasiswaan, diharapkan program OVOP mampu menjadi pilar utama pembangunan ekonomi desa di NTT.(YN)