Kabupaten Nagekeo Tuan Rumah Pekan Daerah Petani-Nelayan XV

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Kabupaten Nagekeo ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan siklus empat tahunan Pekan Daerah (Peda) petani-nelayan XV Tahun 2017 tingkat provinsi NTT pada 19-22 April. Sedangkan kegiatan tingkat nasional terpusat di Aceh pada 6-11 Mei mendatang.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Anis Tay Ruba sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Jumat (31/3/2017).

Anis mengatakan, para peserta yang akan mengikuti Peda petani-nelayan tersebut berasal dari seluruh kabupaten/kota se- NTT yang berjumlah mencapai sekitar 1.000 orang. Para peserta kegiatan terdiri dari tiga unsur yakni peserta utama, pendamping, dan peninjau.

Peserta utama adalah petani-nelayan dan petani hutan, pemuda tani nelayan, wanita tani nelayan, alumni magang Jepang, mitra petani Asesan, pengurus atau anggota koperasi tani nelayan (Koptan), serta pengurus atau anggota asosiasi petani nelayan dan petani hutan.

Sedangkan peserta pendamping, lanjutnya, adalah aparat yang ditugaskan pemerintah daerah untuk mendampingi dan memfasilitasi peserta Peda dari daerah masing- masing. Sementara untuk peserta peninjau adalah organisasi profesi, penyuluh swasta dan atau pemerhati/pakar yang bergerak di bidang pertanian, perikanan, dan kehutanan serta pelaku agribisnis.

“Para peserta kegiatan tinggal di rumah-rumah penduduk. Panitia lokal tingkat Kabupaten Nagekeo sedang memantapkan berbagai item untuk menyukseskan program empat tahunan yang pertama kali digelar pada 1971,” kata Anis.

Baca : NTT Usul 150 Unit Pompa Air ke Kementerian Pertanian

Anis menjelaskan, penyelenggaraan Peda merupakan acara pertemuan kontak tani-nelayan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan kegairahan petani-nelayan dan masyarakat pelaku usaha agribisnis dalam pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, dan berkelanjutan melalui kemitraan yang saling menguntungkan.

Tentang kegiatan apa saja yang dilaksanakan selama berlangsungnya Peda, Anis menyampaikan, telah disusun secara detail jenis kegiatan mulai dari hari pembukaan sampai penutupan. Kegiatan pada hari pertama antara lain, temu wicara dengan gubernur, temu koordinasi, temu profesi berkaitan dengan persiapan Penas.

Selain itu, gelar dan temu teknologi. Temu usaha agribisnis, forum agribisnis, temu kerajinan rumah tangga, serta mimbar sarasehan. Unjuk tangkas dan asah terampil, karya agroforestry, serta pameran dan pentas seni.

Lebih lanjut Anis menyebutkan, kegiatan pada hari berikutnya adalah studi banding, temu lapangan, dan widya wisata ke sejumlah tempat yang telah ditetapkan yakni lokasi Mataloko, lokasi BPP Aesesa, dan lokasi Desa Sawu. Selain itu pameran dan pentas seni.

Kegiatan pada hari terakhir antara lain olahraga dan keakraban, peragaan teknologi, temu alumni magang Jepang, Asean. Temu sukses petani dan penyuluh, temu karya, asah terampil babak final. Temu pemantapan persiapan Penas VX tahun 2017, pameran dan penas seni.

“Peserta lomba asah terampil yang menjadi juara satu dan dua akan mewakili NTT pada Penas XV di Provinsi Aceh,” ungkap Anis.