Kolaborasi Biro PBJ Setda NTT dan Bulog Atambua Gelontorkan 7 Ton Beras bagi Warga 7 Desa

Bagikan Artikel ini

Laporan Yan Manek
Atambua, NTTOnlinenow.com – Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Nusa Tenggara Timur bekerjasama dengan Perum Bulog Atambua menggelar operasi pasar murah di Desa Silawan, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Jumat (12/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut disalurkan sebanyak 7 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi warga di 7 Desa diantaranya, Desa Tulakadi, Silawan, Kenebibi, Jenilu, Dualuas, Leosama dan Fatuketi.

Kepala Biro PBJ Setda NTT, Djoese Nai Buti menyampaikan, kegiatan operasi pasar murah bersama Bulog Atambua disalurkan 7 ton beras SPHP untuk Desa Silawan dan Desa tetangga di pesisir pantai Utara.

Menurut dia, operasi pasar murah digelar untuk menjaga kestabilan harga. Selain itu memastikan ketahanan pangan serta memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan harga yang terjangkau.

“Operasi pasar murah ini upaya untuk membantu masyarakat karena harga makin meningkat. Untuk harganya Rp. 60.000 per karung yang ukuran 5 kg,” ujar dia disela-sela kegiatan Intervensi Perangkat Daerah Berbasis Desa di Silawan.

“Alokasi untuk setiap desanya 1 ton dan setiap kepala keluarga hanya berhak membeli 10 kg,” tambah Nai Buti.

Masih menurut dia, Gubernur dan Wakil Gubernur sering turun ke pasar untuk melakukan sidang memeriksa dinamika-dinamika harga yang terjadi di pasar, dan salah satu intervensi adalah menghadirkan pasar murah seperti yang dilakukan hari ini.

“Pasar murah inu tidak hanya di desa Silawan, bisa juga di desa-desa lainnya. Silahkan berkoordinasi dengan pihak Bulog mereka akan membantu untuk melaksanakan pasar murah seperti hari ini,” pungkas Nai Buti.

Sementara itu, beberapa masyarakat yang membeli beras menyampaikan terima kasih atas kerjasama pihak Biro PBJ Setda NTT dan Bulog Atambua yang menggelar operasi pasar murah yang dapat membantu kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kami sangat terbantu dengan pasar murah hari ini. Mudah dijangkau dan bisa bantu ringankan beban ekonomi kami Laktutus,” pinta Frans.