Bunda Paud : Pentingnya Tanamkan Nilai Kearifan Lokal dan Budaya Daerah Bagi Anak Paud
Laporan Yansen
Atambua,NTTOnlinenow.com-Bunda Paud Kabupaten Belu, Lidvina Viviawati Lay menyampaikan apresiasinya terhadap semua pihak yang dengan penuh semangat, dan berkomitmen untuk memajukan pendidikan anak usia dini di Belu melalui kegiatan penyusunan kurikulum muatan lokal.
“Kegiatan merupakan langkah strategis dalam memperkuat karakter dan identitas anak-anak kita sejak dini,” ujar dia saat hadiri FGD penyusunan silabus muatan lokal pendidikan anak usai dini dan pendidikan non formal di gedung Betelenok Atambua, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Kamis (23/10/2025).
Vivi Lay berharap, kurikulum muatan lokal bukan hanya sekadar tambahan pelajaran, tetapi merupakan wadah untuk menanamkan nilai-nilai kearifan lokal, budaya daerah, dan karakter masyarakat Belu yang ramah, religius, dan cinta tanah air.
Lebih lanjut dia juga meminta untuk mengidentifikasi potensi lokal yang bisa menjadi bahan ajar dalam kurikulum, seperti bahasa daerah, seni budaya, permainan tradisional, dan nilai-nilai gotong royong.
Selain itu, perlu adanya keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam memperkaya pengalaman belajar anak berbasis lingkungan sekitar. Menjadi teladan dalam menanamkan rasa bangga terhadap budaya Belu melalui kegiatan dan pembelajaran di PAUD.
“Keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak hanya diukur dari kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga dari sejauh mana anak mengenal dan mencintai lingkungannya,” kata Vivi Lay.
Tambah dia, dengan adanya kurikulum muatan lokal, kita sedang menyiapkan generasi Belu yang cerdas, berkarakter, berbudaya dan memiliki jati diri yang kuat.
Vivi Lay juga mengapresiasi kerja keras Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Belu beserta para tenaga pendidik PAUD yang telah berkomitmen menyusun kurikulumnya.
“Marilah kita terus bergandengan tangan, memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk mewujudkan PAUD yang berkarakter, berbudaya, dan bermutu di Kabupaten Belu tercinta,” harap dia.
Diketahui, kegiatan tersebut bertajuk “Peran Bunda PAUD dalam Penyusunan Kurikulum Muatan Lokal dihadiri para pelaku seni dan budaya, Tokoh Agama, pengawas sekolah, POKJA II Tim Penggerak PKK Kabupaten Belu, pengelola PAUD, Tutor PAUD. Narasumber dari BPMP Prov. NTT, Tim Ahli Cagar Budaya, tokoh Agama.

