16 Desa di Insana Pamer Kain Tenun Berbagai Motif dan Asesoris Adat Dalam Pameran Budaya

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com,- Sebanyak 16 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) memamerkan kain tenun berbagai motif dalam pameran budaya yang digelar di depan Kantor Camat Insana selama tiga hari penuh (23 – 25 November).

Pameran tersebut dibanjiri ribuan pengunjung, sejak pembukaan hari pertama Selasa (23/11/2021).

Setiap pengunjung terlihat disuguhi makanan dan minuman tradisional yang disediakan.

Tenunan Insana bermotif “Buna” yang sudah Go Internasional dipromosi Ketua Dekranasda NTT, Julie Laiskodat mendominasi 17 lopo dalam Pameran Budaya dan Ekonomi Kreatif.

Motif Buna, Futus dan Sotis laris manis di beli pengunjung.

Bupati Timor Tengah Utara, Djuandi David mengapresiasi kegiatan akbar yang diinisiasi Camat Insana, Alexander Tabesi.

Dalam kekagumannya menyaksikan berbagai hasil kerajinan tangan penenun, ia mengingatkan seluruh masyarakat Insana untuk terus melestarikan warisan budaya.

“Kewajiban kita adalah terus menjaga dan melestarikan warisan budaya”, pesan Djuandi ketika mengunjungi lopo Desa Ainiut sembari meneliti tenunan kain bermotif Buna.

Diketahui, kain tenun bermotif Buna, Futus dan Sotis merupakan identitas dan ciri khas adat istiadat masyarakat Insana yang diproses menggunakan alat tenun tradisional.

Ketiga corak atau motifnya menunjukkan identitas, keunikan, filosofi dan asal.

Selain kain tenun, asesoris adat seperti gelang perak asli, tas balutan uang perak asli, muti, juga dipajang di masing – masing lopo.

Bupati Djuandi berharap, kegiatan bernuansa budaya itu dapat menjadi agenda tahunan di kecamatan Insana dan menjadi katalisator bagi kecamatan lainnya.

Terpisah, Camat Insana, Alexander Tabesi mengaku event langka yang digelar dilatarbelakangi landasan historis Kecamatan Insana yang kaya akan budaya namun perlahan mulai pudar.

“Pameran budaya ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat akan nilai – nilai budaya bangsa umumnya, terkhusus mengetahui warisan budaya leluhur masyarakat Insana”, jelas Alex.

Keberagaman motif dari tenun ikat Insana diakuinya menunjukkan daya imaginasi para leluhur yang patut dijaga dan dilestarikan.

“Ini merupakan hasil karya imajinasi leluhur kita yang luar biasa. Mereka tidak bersekolah tinggi, tetapi mampu merancang sebuah karya yang turun temurun masih kita pakai. Ini suatu kebanggaan dan patut dijaga kelestariannya apalagi sudah terkenal di Indonesia dan dunia, ” ungkap Alex.

Kegiatan pameran budaya dan ekonomi kreatif yang berakhir pada Kamis (25/11/2021) dirangkai pula dengan kegiatan peresmian Taman Literasi Kecamatan.

Untuk diketahui, Kecamatan Insana merupakan satu -satunya kecamatan di kabupaten Timor Tengah Utara yang memiliki taman literasi dengan menggunakan halaman Kantor Camat.

Taman literasi tersebut, jelas Alex bertujuan untuk mengedukasi anak – anak sekolah di masa pandemi.

“Belajar tidak hanya berlangsung di sekolah tapi juga dapat dilakukan di mana saja termasuk Taman literasi di halaman kantor camat ini”, tandas Alex.

Taman literasi ini, lanjutnya telah dilengkapi dengan beraneka buku pelajaran, buku pengetahun umum dan buku untuk orang dewasa yang berjumlah 5000 eksemplar.

Konsep yang ingin dibangun dari pagelaran kegiatan tersebut adalah menjadikan Kecamatan Insana sebagai Ruang Terbuka Publik (RTP) yang di dalamnya terdapat fasilitas umum yang dapat diakses dengan mudah oleh semua masyarakat.

Ke depan juga, akan dibangun tempat khusus bagi para pelaku UMKM yang bertujuan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat kecil.

Foto : Tais (sarung) Insana Bermotif Buna yang dipajang kelompok tenun asal desa Ainiut, Oelolok – Insana.