HUT PGRI TTU, Prof. Rosyadi : Persatuan Guru Adalah Organisasi Profesi dan Wadah Kekuatan Moral Intelektual

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) merupakan organisasi profesi dan wadah kekuatan moral intelektual para guru, pendidik dan tenaga kependidikan.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyadi, M.Pd dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Bupati Timor Tengah Utara, Drs. Eusabius Binsasi dalam Upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke- 76 Tahun 2021 Tingkat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), yang berlangsung di lapangan Upacara Kantor Bupati TTU Kamis (25/11/2021).

Prof Rosyadi mengatakan, dalam perjuangannya, PGRI lebih mengedepankan sikap terbuka atau inklusif, memegang teguh etika saling menghormati dalam spirit organisasi yang mandiri, unitaristik dan non partisan.

Lebih lanjut Prof. Rosyadi menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pemerintah yang memprioritaskan pemberian vaksin bagi para guru, pendidik, tenaga pendidik, siswa dan mahasiswa. Dan kini telah menyasar pemberian vaksin bagi anak didik usia 12 tahun hingga 17 tahun.

“Prioritas pemberian vaksin di lingkungan pendidikan merupakan wujud perhatian dan komitmen pemerintah dan pemerintah daerah akan pentingnya sektor pendidikan. Proses pembelajaran dimasa yang akan datang tidak akan kembali seperti semula sebelum covid-19, peran teknologi dan inovasi dalam pendekatan pembelajaran sangat penting. Satu hal yang menjadi pembelajaran penting adalah peran guru tidak digantikan oleh teknologi”, terangnya.

Guru, lanjutnya adalah suri tauladan, kawan belajar dan pemberi semangat ulung agar bara api anak didik tetap menyala untuk terus belajar meraih mimpi. Guru dituntut untuk menjadi pembelajar sejati sehingga kehadiran guru tetap relevan sepanjang waktu.

Mengakhiri sambutannya Ketua Umum Harian PGRI Prof. DR. Unifah Rosyadi berharap, seluruh pengurus PGRI di berbagai tingkatan agar menjadikan PGRI sebagai rumah belajar dan rumah yang nyaman bagi seluruh anggota.

Foto : Penyerahan tumpeng kepada salah satu tenaga pendidik, Dominikus Nitsae, perwakilan PGRI TTU.

“Agar PGRI sebagai mitra strategis pemerintah dan pemerintah daerah dalam memajukan pendidikan dapat menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan dengan arif dan bijaksana sehingga tercapai sinergi yang optimal untuk mencapai pendidikan nasional bermutu untuk Indonesia unggul”, harap Prof Rosyadi.

Sementara itu Ketua Panitia penyelenggara HUT PGRI ke-76 tahun 2021 tingkat Kabupaten TTU Dra. Elvira B.M Ogom mengatakan tema HUT PGRI Tahun 2021, menjadi spirit bagi setiap pendidik untuk bangkit memajukan negeri tercinta Indonesia melalui profesi guru.

“Seorang guru harus lebih meningkatkan kompetensi dan profesionalitas sebagai seorang pendidik. Tema HUT PGRI Tahun ini, Bangkit Guruku, Maju Negeriku, Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh merupakan spirit bagi setiap pendidik agar bangkit untuk memajukan negeri tercinta Indonesia melalui profesi sebagai guru yang disandang saat ini”, ungkap Elvira.

Elvira juga meminta kepada semua guru agar mampu menguasai teknologi informasi sehingga bisa menyalurkan ilmu pengetahuan kepada peserta didik di tengah pandemi covid.

“Di masa pandemi covid-19, karena adanya tuntutan pembatasan untuk bertatap muka dengan peserta didik maka seorang guru dituntut untuk mampu menguasai teknologi informasi agar bisa menyalurkan ilmu pengetahuan kepada peserta didik dengan metode pembelajaran dalam jaringan”, pinta Elvira.

Pantauan NTTOnlinenow.com, upacara HUT PGRI tahun 2021 dihadiri unsur Forkompinda TTU, para staf ahli, para asisten serta para Pimpinan OPD dan ASN serta anggota PGRI.

Usai pelaksanaan upacara dilanjutkan dengan pelepasan 76 buah balon dan pemotongan tumpeng ulang tahun oleh Wakil Bupati TTU dan diserahkan kepada guru perwakilan dari PGRI TTU.