Pemeriksaan Fisik Bronjong Kali Maslete, Ada Indikasi Penyimpangan. Kajari TTU Segera Terbitkan Sprint Penyelidikan.

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Timor Tengah Utara (TTU), Roberth Jimmy Lambila, S.H, M.H akan segera menerbitkan surat perintah penyelidikan di bidang Tindak Pidana Khusus terkait proyek bronjong kali Maslete yang dibangun tahun 2019 oleh CV Tapak Saron di RT /RW : 044 /001, Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu.

Baca juga :
http://www.nttonlinenow.com/new-2016/2021/03/20/baru-setahun-dibangun-bronjong-kali-maslete-sudah-dua-kali-ambruk/

http://www.nttonlinenow.com/new-2016/2021/03/24/kejari-ttu-mulai-usut-proyek-bronjong-kali-maslete/

Kajari Roberth, yang dikonfirmasi terkait hasil pemeriksaan fisik di lapangan mengaku ada penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan itu.

“Terkait dengan bronjong Maslete, pada tahap pengumpulan data dan informasi yang dilakukan pihak intelijen, kami sudah bersama – sama dengan tim Politeknik untuk melakukan pemeriksaan fisik dari pada pekerjaan itu”, jelas Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila, S.H, M.H.

Pemeriksaan fisik tersebut, menurut Kajari Robert menilai dua aspek.

“Yakni volume dan kualitas. Atau volume dan spesifikasi”, tambah Roberth.

Pemeriksaan fisik dimaksud menyangkut,
Pertama, Apakah spesifikasi kawat bronjong yang digunakan sudah sesuai atau tidak.

Kedua, Apakah volume dari pada batu yang dipasang bronjong sudah sesuai?

Ketiga, Apakah ukuran berat, bentuk dari batu yang sudah disyaratkan dalam kontrak itu, sesuai dengan yang di lapangan.

“Kita sudah lakukan penilaian, untuk awalnya ada indikasi bahwa ada penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan itu.
Karena itu, dari pelaksanaan pengumpulan data dan informasi itu, tim sudah mengusulkan ke saya untuk dilakukan penyelidikan melalui bidang tindak pidana khusus”, pungkas Roberth.

Dia juga mengaku dalam waktu dekat akan menerbitkan surat perintah penyelidikan.

“Dalam waktu dekat saya akan terbitkan surat perintah penyelidikan dalam
bidang tindak pidana khusus untuk kita proses lebih lanjut”, tambahnya.

Lanjutnya, penyelidikan dimaksud untuk mengetahui ada tidaknya peristiwa yang diduga sebagai peristiwa pidana untuk menentukkan dapat tidak dilakukan Penyidikan.

Disinggung apakah bencana hujan badai yang melanda beberapa kabupaten di Nusa Tenggara Timur pada pekan lalu berpengaruh pada proses penyelidikan, Roberth Lambila menjawab tidak sedikitpun mempengaruhi proses penyelidikan yang sudah berjalan.

“Kami sejak awal sudah turun dan melakukan pemeriksaan fisik. Berkaitan dengan bencana banjir barusan, tidak ada kaitan dengan penyelidikan. Proses penyelidikan sudah mendahului bencana yang menimpa.
Kalaupun sekarang bronjong itu tidak ada karena alasan bencana dan lain – lain, saya tegaskan sekali lagi. Alasan apapun tidak akan mempengaruhi penyelidikan kami”, kata Roberth yang dikonfirmasiNTTOnlinenow.com, Senin (12/04/2021).