Kejati NTT Minta Para Kajari Bangun Sinergitas Dengan Instansi Samping dan Forkopimda

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Yulianto bersama Ibu serta seluruh jajaran Kejati melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL, Rabu (2/9/2020) siang.

Dalam kunjungan itu, Kajati NTT menyambangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu. Turut hadir dalam kunker Kajati Yulianto, Wabup Belu Ose Luan, Bupati Malaka, Stef Bria, Dandim 1605/Belu, Dansatgas Yonif RK 744/SYB serta pimpinan OPD Belu dan Malaka.

Kajati NTT Yulianto mengatakan, dirinya melakukan road ke seluruh Kantor Kejari dalam wilayah kerja di pulau Flores dan Timor. Kunjungan dirinya untuk mengetahui program apa yang telah dilaksanakan Kejari sekalian evaluasi kinerja kerja.

“Saya road ke daratan Timor, sebelumnya ke Flores dan akan terus ke Alor. Kami ingin tahu apa yang sudah dilaksanakan oleh para Kajari ini, program-programnya yang sudah saya tetapkan dijalankan atau tidak,” ujar dia.

Lanjut Yulianto, selain itu pihaknya juga melakukan evaluasi kinerja kerja Kejari serta memberikan motivasi dan semangat kepada jajaran dalam memberikan pelayanan.



“Ya ini kita evaluasi kerja, sambil memberikan suport kepada mereka bekerja secara profesional dan integritas,” ujar dia.

Ketika ditanyai soal konkrit programnya, jelas dia bahwa konkrit programnya ada bidang Pidsus itu korupsi, bidang Intel bagaimana litpamgal sudah dilakukan, ada Datun berapa SKK, MoUnya, ada Pidum ada berapa perkara yang ditangani, berepa yang sudah putus, berapa yang masih di penuntutan, bagaimana hubungan sinergitas dengan aparat Kepolisian.

“Karena persoalan penegakan hukum itu tidak bisa diselesaikan dengan sendirian tidak bisa. Maka dia harus membangun mitra, sinergitas dengan instansi samping dengan forkopimda itu kita nilai semua,” ungkap Yulianto.

Terkait penilaian Kejati terhadap Kejari dikatakan bahwa, ini yang kita lihat. Kalau penilaian dari asisten sudah tahu dan setiap ada inspeksi umum pemantuan, kalau inspeksi pimpinan jarang sekali dilaksanakan.

“Makanya saya lihat apakah penilaian yang sudah dilakukan asisten sudah bagus apakah benar atau tidak maka kita lihat. Kalau pelayanan satu pintu kita akan cek apakah reformasi birokrasi sudah dilakukan atau belum,” pungkas Kajati NTT Yulianto.