Bupati Belu : Lestarikan Lingkungan Demi Keselamatan Sumber Air

Bagikan Artikel ini

Atambua, NTTOnlinenow.com – Wilayah Desa Asumanu, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL merupakan salah satu daerah yang memiliki berbagai potensi sumber daya alam yang sangat besar.

Salah satu potensi alam seperti sumber mata air yang besar dimana mengairi persawahan warga, kolam ikan serta dimanfaatkan warga guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Terkait itu, Bupati Belu Willybrodus Lay mengajak seluruh warga di Desa Asumanu untuk lebih serius dalam menjaga, merawat lingkungan serta kelestarian alam demi keselamatan sumber mata air serta potensi alam lainnya.

“Supaya sumber mata air tetap terjaga, mari kita jaga dan lestarikan lingkungan karena itu sangat dibutuhkan,” pinta Lay dalam sesi dialog bersama warga saat meresmikan sumur bor di Dusun Makarek Badaen, Desa Asumanu, Kecamatan Raihat wilayah Belu, Sabtu (24/7/2020).

Menurut Lay, air adalah sumber kehidupan di muka bumi. Air sesuatu dari alam, karena itu kita sebagai insan manusia harus menjaga sumber air yang ada dan bersahabat dengan alam.

Lanjut dia, cara bersahabat dengan alam melarang warga agar tidak sembarang menebang pohon-pohon di dekat sumber mata air. Sumber airnya harus dijaga, kita harus menghijaukan atau lestarikan dengan menanam pohon.

“Kades Asumanu penerima penghargaaan lingkungan hidup dari Pemerintah. Jadi saya yakin,
visi seorang kepala desa yang hebat ini untuk bagaimana di sekitar sumber mata air Webora diperbanyak dengan tanam beringin karena bagus untuk mata air,” pinta Lay.



Lebih lanjut Bupati Belu meminta agar sumber air Webora ditetapkan dulu sebagai satu kawasan untuk sumber mata air secara adat dengan makoan dan tokoh adat. Sehingga mata air itu tetap bertahan, jangan sembarangan menebang pohon karena itu akan tandus dan mata air kering.

Terkait krisis air bersih, kondisi saat ini sebagian besar tempat (daerah,red) dalam wilayah Kabupaten dilanda kemarau. Hal itu tentunya menimbulkan kekeringan yang berujung pada menurunnya debit air pada sebagian sumber mata air.

“Karena itu mari kita sama-sama menjaga lingkungan alam yang ada karena itu penting untuk sumber mata air. Desa bisa gerakan kerjasama dengan lintas sektor di wilayah untuk lakukan reboisasi menanam pohon,” kata Lay.

Ditambahkan, terkait kerusakan pada mesin sumur bor akan segera didatangkan petugas teknis untuk segera memperbaiki kerusakan pada sumur bor di Desa Asumanu. Sumur bor ini cepat beroprasi dan air Webora bisa bermanfaat bagi seluruh warga untuk kebutuhan sehari-hari.

Kepala Desa Asumanu, Gervasius Bau mengataka, sumur bor ini bantuan sarana prasarana air bersih ini oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia badan Geologi tahun 2019 dan waktu itu dirinya belum terpilih Kades.

Lanjut Bau, dalam perjalan air ini baik, debitnya besar. Sumur bor ini sempat beroperasi dimanfaatkan warga hampir tiga bulan. Setelah kita konsultasi dengan tenaga teknis Kementerian, bahwa ada tiga sumur bor yang terjadi kerusakan serupa di kedalaman tanah.

“Di wilayah Belu ada dua sumur bor yakni, di Desa Asumanu dan Motabuik Fatukbot, dan satu di Manggarai Timur. Sementara petugas teknis ada perbaiki di Manggarai Timur. Kami harapkan Bupati lebih tegaskan lagi untuk mereka segara datang perbaiki kerusakan alatnya sehingga bisa dimanfaatkan warga di tiga dusun, Makarek Badaen, Lokomea dan Lakmau.

Hadir dalam kegiatan itu, para Pimpinan OPD Belu terkait, Camat Raihat, Kades Aitoun, Perwira beserta Anggota Polsek Raihat, Babinsa Koramil Haekesak, Anggota TNI Pos Maubusa Satgas Yonif R 142/KJ beserta Prajurit, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga wilayah setempat. Rangkain kegiatan tersebut menerapkan protokol kesehatan. (YB/Advetoria-Dinas Kominfo Belu)