LPMTI Gandeng Kodim Belu Akan Gelar Seminar Sehari Jaga Keamanan dan Kedaulatan NKRI

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Lembaga Pemerhati Masyarakat Timur Indonesia (LPMTI) Cabang Belu gandeng Kodim 1605/Belu akan menggelar seminar sehari bertajuk upaya menjaga keamanan dan kedaulatan NKRI.

Kegiatan seminar sehari akan dilaksanakan pada Kamis, (28/11/2019) bertempat di Aula Makodim Belu, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL.

Mariano Parada selaku Ketua Cabang LPMTI Belu mengatakan, perbatasan negara merupakan manifestasi utama kedaulatan wilayah suatu negara. Perhatian dan pendekatan penanganan perlu dilakukan secara khusus terutama pada aspek keamanan karena wilayah perbatasan merupakan kawasan khusus.

Namun di sisi lain, daerah perbatasan juga merupakan wilayah pembinaan yang luas karena penyebaran penduduk yang tidak merata, sehingga menyebabkan rentang kendali pemerintah, pengawasan, dan pembinaan teritorial sulit dilaksanakan dengan mantap dan efisien.

Apapun kondisinya, seluruh bentuk kegiatan atau aktifitas yang ada di daerah perbatasan harus dikelola dengan baik sehingga tidak berdampak terhadap kondisi pertahanan dan keamanan di tingkat regional maupun internasional baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Seperti permasalahan yang terjadi di Perbatasan RI-RDTL khususnya di Kabupaten Belu sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negara bekas Propinsi ke-27 itu diantaranya hilangnya pilar batas negara, penyelundupan barang dan jasa, pelintas batas illegal dan bahkan belum lama ini kita digegerkan dengan upaya penyelundupan Narkoba yang dilakukan melalui PLBN Motaain. Untuk itu, perlu adanya kerjasama yang terpadu antara instansi terkait dalam penanganannya,” ujar Parada.

Lanjut Parada, tujuan seminar sehari guna mewujudkan perbatasan yang aman dan kondusif. Terwujudnya kerjasama yang terpadu antara instansi terkait dalam menjaga keamanan, keutuhan dan kedaulatan NKRI.

Selain itu juga bertujuan menyadarkan masyarakat perbatasan untuk ikut berpartisipasi dalam mewujudkan perbatasan yang aman dan kondusif.

“Sasaran seminar sehari yakniadalah aparat keamanan baik TNI dan Polri, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Perempuan, pemuda dan mahasiswa/pelajar dan masyarakat perbatasan pada umumnya,” urai dia kepada media, Rabu (26/11/2019).

Seminar sehari akan menghadirkan para nara sumber diantaranya, dari
Pemerintah Daerah Belu, Kodim 1605/Belu, Polres Belu, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 142/KJ dan Bea Cukai Atambua.

Adapun materi dari narasumber yang terdiri dari empat instansi dan subtema yakni, Esensi Perda Kabupaten Belu dan Implementasinya dalam Menjaga Keamanan dan Kedaulatan NKRI di Perbatasan oleh Pemerintah Kabupaten Belu. Pengertian Keamanan dan Kedaulatan dan Urgensinya di Perbatasan oleh Dandim 1605/Belu dan Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur. Peta Keamanan Perbatasan RI-RDTL oleh Kapolres Belu, dan Potret Praktek Penyelundupan dan Penindakan oleh Kepala Bea Cukai Atambua.