Bawaslu Belu Tertibkan 289 APK Yang Tak Sesuai Ketentuan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Belu menertibkan sebanyak 289 Alat Peraga Kampanye (APK) yang terpasang di tempat terlarang.

Atribut kampanye berupa Baliho, Spanduk, Stiker dan Poster diturunkan pihak Bawaslu di 12 Kecamatan dalam wilayah Belu, Timor Barat perbatasan Indonesia-Timor Leste pada 1 Februari 2019 lalu.

Ketua Bawaslu Belu, Andre Parera menyampaikan kepada NTTOnlinenow.com, Jumat (8/2/2019) melalui telepon seluler.

Menurut Parera, penertiban jenis APK antara lain Baliho sebanyak 198, Spanduk 50, Poster 14 dan Stiker 8. APK tersebut ditertibkan selama dua hari pada pekan lalu Jumat dan Sabtu.

“Dalam penertiban APK kemarin kita turunkan sebanyak 289 jenis APK yang terpasang di tempat terlarang,” ujar dia.

Penertiban APK dilakukan Bawaslu bersama aparat Satpol PP Belu yang membackup kegiatan penertiban. Sementara di
Kecamatan berkoordinasi dengan kasi trantib bersama Polsek masing-masing.

“Sebagian APK diamankan di Kantor Bawaslu dan sebagian diserahkan kepada pemilik,” sebut Parera.

Diberitakan sebelumnya, penertiban APK sebagai tindak lanjut dari surat yang sudah dikeluarkan minggu lalu. Surat peringatan dan penegasan kepada peserta pemilu, lalu karena tidak dipedulikan makanya lakukan penertiban.

Menurut Parera, penertiban sejumlah APK hanya yang terpasang di tempat-tempat terlarang seperti di pohon-pohon, tiang listrik atau fasilitas umum lainnya yang tidak sesuai ketentuan. Sementara APK yang terpasang ditempat sesuai tidak ditertibkan.