Gubernur : Pembangunan Pariwisata Sebagai Lokomotif Pembangunan Ekonomi NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat menyatakan pembangunan pariwisata sebagai penggerak utama pembangunan ekonomi NTT wilayah provinsi berbasis kepulauan itu.

Hal ini disampaikan Gubernur Viktor dalam sambutannya pada sidang paripurna istimewa dalam rangka HUT NTT ke-60 yang berlangsung di ruang sidang utama gedung DPRD NTT, Kamis (20/12/2018).

Gubernur mengatakan, mengingat ketertinggalan provinsi NTT terlampau jauh maka berdasarkan visi “NTT Bangkit, NTT Sejahtera” pemerintah mendesain 5 misi pembangunan NTT, dan misi yang pertama adalah pembangunan pariwisata, sebagai penggerak utama pembangunan ekonomi NTT.

“Satu-satunya provinsi yang menetapkan prime mover ekonomi pada sektor pariwisata adalah Provinsi Bali. Harusnya kalau waktu itu kita bersama-sama, mungkin kita akan terbang sama-sama seperti hari ini,” katanya.

Viktor mengemukakan, untuk pertama kalinya provinsi NTT meletakkan sektor pariwisata sebagai kunci pembangunan NTT. Hal ini, menurut Viktor, sesungguhnya sejalan dengan kecenderungan ekonomi global dan nasional, di mana pariwisata telah menjadi penyumbang signifikan dalam produk domestik bruto, pendapatan per kapita dan penciptaan lapangan kerja.

Pembangunan pariwisata ke depan, lanjutnya, selain mempromosikan dan meningkatkan kapasitas destinasi yang telah ada, akan dibangun pula destinasi-destinasi baru yang berstandar dunia demi terwujudnya pariwisata sebagai basis ekonomi NTT.

“Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk kerja sama pengawasan Taman Nasional Komodo. Komodo harus menjadi milik rakyat NTT seutuhnya, dan kita harus bertanggungjawab melestarikannya, dan mengambil manfaat ekonomi yang pantas,” ujarnya.

“Kami mengusulkan agar setiap wisatawan mancanegara yang datang ke Taman Nasional Komodo yang cantik dan unik itu, harus membayar harga yang layak. Kita harus siap menjadi provinsi pariwisata, karena pembangunan pariwisata yang kita lakukan terutama berbasis pada masyarakat,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur mengajak semua komponen masyarakat untuk terus belajar memperlihatkan perilaku yang bersahabat dan profesional dalam melayani para wisatawan mancanegara dan nusantara. Terutama, peningkatan kesadaran lingkungan dengan disiplin mengelola sampah, karena dengan itu akan menjadi budaya bersih.