Pembangunan Gunakan Dana Desa Jangan Diborongkan ke Pengusaha, Tapi ke Masyarakat

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta agar pengelolaan dana desa harus diawasi selalu. Dana desa sangat penting pemanfaatannya untuk pembangunan suatu desa, sehingga pengelolaan dana itu perlu agar tidak bermasalah.

“Pemanfaatan dana desa harus tepat sasaran dalam pembangunan guna meningkatkan dan mensejahterakan masyarakat desa,” ucap Kumolo beberapa waktu lalu dalam giat festival Fulan Fehan di perbatasan Belu-Timor Leste.

Mendagri menegaskan, terkait pengelolaan dana tersebut untuk pembangunan menggunakan dana desa tidak boleh dikerjakan oleh pengusaha. Akan tetapi dikerjakan sendiri oleh masyarakat desa. “Biar masyarakat menikmati dana tersebut,” kata Kumolo.

Terpisah Wakil Bupati Belu, J. T Ose Luan dalam acara coffee morning yang dilaksanakan di Fronteira Garden, Tulamalae, Rabu (15/11/2017) mengatakan pengelola dana desa harus jujur dalam mengelola dana miliaran yang ada di setiap desa.

Mengelola keuangan itu tidak hanya dibutuhkan kejujuran. Akan tetapi, jujur dan terbuka untuk meminta pandangan, membangun komunikasi dan berkonsultasi dengan pihak terkait termasuk pemeriksa dan pengawas.

“Jangan segan atau takut untuk konsultasi dengan pemeriksa. Jujur untuk konsultasi penting agar dana desa bisa dikelola dengan baik dan sesuai sasaran,” ujar Luan dihadapan seluruh Kades dalam coffee morning itu.

Jelas dia, kegiatan coffee morning yang dilaksanakan saat ini amatlah penting untuk menjalin kebersamaan, mendekatkan satu sama lain baik itu pemeriksa maupun pengawas dengan pengelola untuk membina sikap saling terbuka dan jujur supaya dana desa bisa dikelola lebih baik.

Baca juga : Ada Permainan Oknum Pejabat Dalam Polemik Belu TV

Inspektur Inpektorat Kabupaten Belu, Jossetyawan Manek pihaknya telah membuka diri kepada siapa saja yang berkonsultasi tentang pengelolaan dana desa. Melalui acara coffee morning salih bertukar pikiran sehubungan dengan pengelolaan dana desa.

“Kita sudah buka ruang dan waktu. Silahkan datang dan konsultasi. Kita juga akan membuka diri lewat komunikasi group watsapp dengan pengelola dana desa supaya mudah berkonsultasi,” ujar Manek.

Jelas dia, gerakan yang disebut C’Mon B Rasa Potas lewat coffee morning ini merupakan sebuah singkatan dari Coffee Morning Beta Aparat Desa Potas. Potas sendiri sejenis racun yang bisa digunakan untuk meracuni binatang.

“C’Mon B Rasa Potas merupakan sebuah gerakan yang memotivasi pengelola dana desa, pengawas dan pemeriksa agar saling terbuka untuk berkonsultasi. Sehingga dana desa dikelola secara benar dan tidak terjerat hukum,” ujar Manek.

Ketua Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D), Charles Hutabarat menyampaikan, konsultasi memberi kemungkinan tidak terjadi kesalahan dalam mengelola dana desa. Konsultasi sangat karena itu perlu dilakukan supaya tidak terjadi penyesalan di kemudian hari.

“Orang jujur itu terhormat. Konsultasi penting agar terhindar dari tindakan melanggar hukum. Hukum menjadi teman bila dipatuhi, tapi juga bisa jadi musuh bila dilanggar,” pungkas Charles.