Tokoh Masyarakat Desak Kades Manamas Turun Dari Jabatan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yan Meko
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Kepala desa Manamas, Kecamatan Nai’Benu, Kabupaten TTU yang berinisial ME didesak oleh para tokoh masyarakat setempat untuk segera mundur dari jabatannya.

ME dinilai telah keliru dan salah menggunakan anggaran negara untuk kepentingan pribadi dan memaksa para kontraktor untuk memberikan sejumlah fee pada dirinya yang berimbas pada fisik bangunan yang rapuh.

Para warga penerima bantuan proyek terakhir harus mencari media ini dan menangis sesal karena ulah saudara Kades Manamas ME yang mengkibuli diri mereka.

“Pak Wartawan, bangunan MCK dibelakang rumah kami ini belum rampung tapi ketika kita tanya pada Kades ME dijawab bilang sabar. Kami tak mengerti kenapa dana desa yang digunakan ditahun 2018 hampir berlalu dalam hitungan hari kok kenapa seng dan semen belum turun turun untuk atap dan plester bangunan ini? Jangan sampai seng untuk atap MCK kami ini digunakan untuk atap rumah pak Kades yang terkesan Lux itu?”, Kesal Gap Teme salah seorang penerima bantuan MCK.

Bangunan MCK yang terbengkalai

Sementara para warga pemilik rumah Bampres tahun 2012 lalu jua menangis karena merasa dikibuli oleh kades ME.

“Rumah papan kami ini adalah bantuan presiden sejak 5 tahun lalu. Rumah itu masih sangat kuat, tapi entah kenapa kok pak desa ME datang meminta kami untuk membunuh ternak untuk dia makan lalu paksa kami untuk robohkan bangunan rumah kami ini. Kami pun ikut karena dia bilang Kades yang dekat dengan pejabat tinggi di TTU. Dan inilah hasilnya, kini kami tinggal dirumah emergensi dimusim hujan, bekas fanderen rumah kami terpaksa ditanami dengan jagung”, tutur Petrus Hunu pemilik rumah Bampres.

Sejumlah tokoh lainnya yang ditemui terpisah semisal Bpk Anton Lasi, Bpk Paulinus Akoit, Bpk Sentis Timo, Bpk Jhon Kolo, Bpk Andreas Kebo dan Bpk Antonius Meko serta Bpk Blasius Kolo meminta kepada pemerintah untuk segera turunkan Kades ME dan meminta aparat hukum untuk mengusut penggunaan anggaran negara di desa Manamas selama ini.

“Saudara ME sangat layak untuk turun dari jabatan dan di penjarakan karena salah gunakan jabatannya”, pungkas Bpk Anton Lasi Hunu.