Komisi III Kesal Dengan Pekerjaan Jalan Asal Jadi Oleh PT UKB

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Dari hasil pemantauan pekerjaan jalan di Jalan H.O.S.Cokroaminoto, dan Bung Tomo, di Kelurahan Kelapa Lima. Komisi III DPRD mengeluhkan buruknya kualitas pekerjaan yang di lokasi tersebut yang dikerjakan oleh PT. Usaha Karya Buana (UKB). Bahkan pihak Komisi III meminta pihak dinas Untuk melakukan pengawasan ketat terhadap proyek pekerjaan jalan ditahun 2017.

“Secara pribadi saya sungguh kecewa dengan buruknya kualitas pekerjaan tersebut, dan pihak kontraktor sangat diharapkan memperbaiki jalan tersebut,” kata Sekertaris Komisi III, Tellendmark Daud kepada wartawan di Lokasi pekerjaan jalan, selasa (19/9/17).

Kunjungan Komisi III di lokasi pekerjaan jalan dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III, Kamilus G. Tokan, yang didampingi Sekertaris Komisi, Tellendmark Daud, bersama Anggota Komisi, Nithanael Pandie, dan Merry Salouw.

Tellend mengatakan, secara kasat mata, nampak bagian pinggir jalan tidak digilas secara baik, sehingga sudah banyak yang terkelupas, dan harus diperbaiki secepat mungkin agar kerusakan tidak bertambah parah.

Baca juga : Warga Kelapa Lima Keluhkan Pekerjaan Jalan Asal Jadi Oleh PT UKB

Ia mengatakan konstruksi jalan seperti ini, seharusnya dilengkapi dengan rabat beton pada sisi pinggir jalan, sehingga jalan tidak mudah terkelupas.

Hal yang sama juga dikatakan Anggota Komisi III, Merry Salow. Menurut Merry, pekerjaan jalan ini harus mendapat perhatian dari pemilik proyek, dalam hal ini Dinas PUPR Kota Kupang, karena mutu pekerjaan sangat jelek sehingga harus segera diperbaiki.

Dinas selalu berdalih kalau ada temuan seperti ini, dan bahasa yang diungkapkan adalah, hasil pekerjaan masih dalam pemeliharaan sehingga jika ada kerusakan bisa diperbaiki. Tetapi kalau kerusakan tidak diawasi oleh masyarakat, DPRD, maupun media didiamkan saja. Untuk itu saya mengharapkan dinas dapat mengawasinya secara naik. “Konsultan pengawas juga diminta bekerja dengan baik dan jangan ada kongkalikong dengan rekanan yang mengerjakannya,” kata Merry.

Sementara itu salah staf pada Bidang Bina Marga, Dinas PUPR Kota Kupang, Deddy Fandoe yang dimintai komentarnya terkait hasil pekerjaan, menolak memberikan tanggapan kepada media. “Saya tidak mau berkomentar,” kata Dedd sambil berlalu meninggalkan wartawan.