Dinas Peternakan Belu Kembangkan Bibit Lamtoro Taramba

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Ketersedian pakan bagi ternak di wilayah Kabupaten Belu sangat kurang. Guna mendukung ketersedian stok pakan bagi ternak sapi Pemerintah Daerah Kabupaten Belu melalui instansi teknis melakukan pengembangan bibit lamtoro taramba.

Kepala Dinas Peternakan Belu, Laurentinus Kiik Nahak yang dihubungi NTTOnlinenow.com mengatakan, Dinas bersama masyarakat kelompok ternak di Belu sedang mengembangkan bibit lamtoro taramba di setiap kecamatan.

“Bibitnya sedang dibudidaya masing-masing kelompok ternak yang ada. Pusat pengembangan bibit lamtoro taramba di Sonis Laloran wilayah kecamatan Tasifeto Barat,” ujar dia.

Jelas Kiik, pengembangan bibit lamtoro taramba untuk perkuat produksi pakan ternak di wilayah Belu. Menurunnya populasi ternak sapi di Belu disebabkan salah satunya ketersedian pakan ternak yang kurang. “Untuk wilayah Belu daerah yang paling menjanjikan ternak sapi ada di kecamatan Tastim, Tasbar dan Raihat.

Baca : 35 Persen Pasokan Bawang Merah Berasal dari Luar NTT

Dikatakan, pengelolaan ternak sapi di wilayah Belu masih kandang lepas dan pola pengandangan sapi oleh warga kurang bagus. Harusnya lantai kandang di semen dan diatap untuk lindungi sapi agar terhindar dari penyakit. Namun, yang ada lantai kandang biasa dan tidak diatap, sehingga saat musim hujan tiba air lantai tanah akan basah menyebabkan lumpur.

“Saat hujan air genangi lantai kandang jadi lumpur dan sapi tidak sehat karena kotor. Hal itu menjadi salah satu penyebab terjadinya penyakit pada sapi,” ujar dia.

Lanjut Kiik, guna meminimalisir hal tersebut pihaknya melalui petugas lapangan telah melakukan sosialisasi kepada kelompok ternak di Belu yang berjumlah 147 kelompok terkait pola pengandangan sapi yang baik juga termasuk pengembangan bibit lamtoro taramba oleh warga pemilik ternak guna ketersediaan stok pakan untuk ternak.