35 Persen Pasokan Bawang Merah Berasal dari Luar NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Sebanyak 35 persen pasokan bawang merah ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) didatangkan dari daerah lain, yaitu Kabupaten Bima, NTB dan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sedangkan 65 persen beeasal dari NTT sendiri.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Nusa Tenggara Timur, Naek Tigor Sinaga pada kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTT, Kamis (6/7/2017) di Kupang.

Tigor menjelaskan, pasokan bawang merah sebanyak 65 persen untuk memenuhi kebutuhan komoditas tersebut diperoleh dari sejumlah daerah, yakni Semau, Rote Ndao, Sabu Raijua dan Manggarai Timur. Selebihnya diperoleh dari luar NTT.

“Sebagian besar pasokan dapat dipenuhi dari wilayah NTT sendiri walaupun masih mengalami kekurangan,” jelas Tigor kepada seluruh stakeholder dan peserta rapat yang juga dihadiri Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.

Terkait pola perdagangan antar wilayah di Nusa Tenggara Timur, menurut Tigor, khususnya untuk pola perdagangan bawang merah dan cabai merah mulai menunjukkan adanya interaksi antar wilayah Pulau Flores dan Pulau Timor.

“Pola perdagangan cabai dan bawang merah di Pulau Timor masih terkonsentrasi di Kota Kupang, dengan cakupan distribusi yang lebih luas. Sementara di Flores masih terdistribusi ke beberapa daerah dengan konsentrasi distribusi bawang merah di Kota Maumere,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Tigor mengungkapkan, Kota Kupang masih menjadi penghubung utama distribusi cabai merah di daratan Timor, walaupun terbatas di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Alor dan Sabu Raijua.

Suplai komoditas cabai merah paling banyak diperoleh dari Provinsi NTT sendiri yakni dari Kabupaten Belu dan Kupang, disusul suplai dari Surabaya dan Makasar. Kabupaten Kupang bahkan juga memasok ke daerah lain seperti Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur dan Timor Tengah Selatan (TTS).

“Sementara pasokan cabai merah di Kabupaten Flores Timur diperoleh dari Kabupaten Ende. Ini menunjukkan bahwa mulai terdapat interaksi perdagangan antara Flores bagian barat dan Flores bagian timur,” ujarnya.

Tigor menambahkan, suplai utama komoditas bawang merah di Flores berasal dari luar Nusa Tenggara Timur, yaitu didapatkan dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).