Warga Panik, Kobaran Api Besar dan Asap Tebal Di Mako Satgas
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pemusnahan barang bukti selundupan 6,9 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin 1465 liter, minyak tanah (Mitan) 5510 liter dan solar 180 liter dengan cara dituangkan ke dalam lubang bersama jerigen dan dibakar Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 641/Beruang di Mako Satgas, Sabtu (1/4/2017) menyita perhatian ratusan warga di sekitar pusat kota.
Kobaran api besar dan asap tebal di atas langit yang muncul dari kompleks Mako Satgas di Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat membuat sebagian warga di sekitar wilayah Mako bahkan dalam kota Atambua dan sekitarnya panik dan bertanya-tanya apa yang terbakar.
Penasaran dan ingin tahun apa yang terbakar, warga yang tinggal di sekitar Mako beramai-ramai datangi titik asap tebal itu. Bunyi alarm kendaraan pemadam kebakaran semakin membuat warga lain penasaran dan mengundang rasa ingin tahu warga lainnya di sekitar kota Atambua yang akhirnya menggunakan kendaraan mendatangi Mako Satgas.
Pantauan media, ada sebagian warga yang masuk ke dalam komplek Mako dan ada yang berdiri di pinggir jalan untuk melihat secara dekat kobaran api tersebut. Meski dilihat yang terbakar bukan Mako, warga yang berhamburan di sekeliling titik itu tetap menonton. Bahkan, ada warga juga anggota yang abadikan suasana kebakaran itu dengan mengambil gambar dan foto dan selfi.
Mundus salah seorang warga bersama beberapa orang lainnya yang sedang berada lokasi itu saat ditanyai media mengatakan, dirinya panik dan bertanya-tanya dalam hati gumpalan asap tebal di atas langit itu apa yang terbakar. Karena asap tebal itu dekat dengan tempat tinggalnya di Raimaten. Rasa ingin tahu itu membuat dirinya bersama beberapa orang langsung bergegas mendatangi titik asap itu.
Baca : Satgas Yonif Raider 641/Bru Musnahkan Barang Bukti 6,9 Ton BBM Selundupan
“Kami kira Mako Satgas yang terbakar, karena dari tempat tinggal tidak terlalu jauh. Tapi setelah sampai disini bukan Mako yang terbakar, ternyata ada bakar bbm yang disita,” ujar dia sambil senyum kecil.
Guna mengantisipasi kobaran api tersebut agar tidak menyebar, Satgas juga mendatangkan tiga unit kendaraan pemadam kebakaran. Kurang lebih 30 menit lamanya, api mulai mengecil dan satu persatu warga pun mulai pulang meninggalkan lokasi tersebut.
Sementara dalam kompleks Mako Satgas, nampak para anggota Satgas Yonif Raider 641/Bru mulai lakukan persiapan yakni mengatur barang-barang dan menyimpan jelang akhir penugasan yang akan digantikan dengan Yonif Raider 725/Wiratama sebagai Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur di perbatasan Belu.
“Serah terima penugasan dengan Satgas baru tanggal 6 April pekan depan. Apa yang sudah kita lakukan dan tinggalkan bisa terus dilanjutkan Satgas baru nanti. Seperti program sampingan kita, Satgas nantinya bisa kembangkan program kemanusian lainnya demi kesejahteraan warga di perbatasan rai Belu,” pinta Dantsatgas Yonif Raider 641/Bru Letkol Inf. Wisnu Herlambang.

