Damkar Kota Kupang Kekurangan Armada Pemadam Kebakaran
Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kupang mengaku kekurangan mobil armada pemadam Kebakaran di Kota Kupang. Pasalnya seiring dengan perkembangan pesat di Kota Kupang, pihak Damkar seringkali kewalahan menanggulangi kejadian Kebakaran.
Kasus kebakaran di Kota Kupang cukup tinggi, pada tahun 2016 lalu tercatat ada 70 kasus kebakaran yang terjadi selama bulan Januari sampai Nopember.
Di awal tahun ini, sudah ada tujuh kasus kebakaran, oleh karena itu Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) harus didukung dengan armada pemadam yang memadai, Kata Kepala Dinas Damkar Kota Kupang, Mesakh Bailaen kepada wartawan di Kupang.
Damkar Kota Kupang memiliki enam unit mobil pemadam. Satu di antaranya tidak dapat dioperasikan, karena telah rusak. Dari lima unit yang masih bisa dioperasikan, ada dua unit mobil pemadam ditambah satu mobil tangga, yang tergolong baru. Sedangkan lainnya merupakan mobil lama yang diproduksi dari tahun 1976. “Mesinnya sudah tidak mendukung lagi. Tapi kita paksakan karena armada kita kurang,” ujar Bailaen
Bailaen mengaku, yang paling dibutuhkan Dinas Damkar yakni penambahan mobil tangki untuk menyuplai air ke mobil pemadam. Pasalnya, saat ini mereka hanya memiliki dua mobil suplai, salah satunya dipinjam dari Bagian Umum Setda Kota Kupang. Selain itu, semua mobil pemadam rata-rata hanya menampung air dengan kapasitas dua ribu liter. Sehingga tidak mampu beroperasi (menyemprotkan air) dalam waktu lama ketika terjadi kebakaran.
Baca : Butuh 4000 Waduk untuk Atasi Persoalan Krisis Air di NTT
“Mobil pemadam harus stand by di tempat, mengingat sumber air di Kota Kupang cukup jauh. Pengisian air ke mobil tangki juga butuh waktu lama. Belum lagi ada kemacetan di jalan,” jelasnya.
Dengan kekuatan armada yang ada, Bailaen sangat berharap agar tidak ada kebakaran dalam skala besar. Sebab kalau ada, pasti petugas Damkar pasti kewalahan mengatasi kebakaran. “Sejauh ini kebakaran masih dalam skala kecil. Misalnya kebakaran rumah tinggal. Ini masih bisa kita atasi dengan kekuatan armada yang ada,” kata mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang ini.
Terkait dengan kekurangan mobil suplai, Bailaen mengaku telah membuat telaahan staf kepada Wali Kota Kupang. Namun semua kebutuhan yang ada nantinya akan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah dan apabila disetujui kemungkinan alokasi anggaran untuk pembelian mobil suplai bisa diajukan pada perubahan anggaran.
“Untuk sementara, saya butuh tambahan empat mobil suplai, kalau mobil pemadam kita masih bisa maksimalkan yang ada,” katanya.

