Program Sari Tani Dongkrak Ekonomi Petani TTU

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Program Desa Mandiri Cinta Petani (Sari Tani) dan Padat Karya Pangan (PKP) yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) sejak tahun 2010 hingga saat ini, berhasil menekan angka kemiskinan serta mendongkrak ekonomi masyarakat khususnya petani di daerah itu.

Pada awal masa kepemimpinan Bupati Raymundus Sau Fernandez dan Wakil Bupati Aloysius Kobes di akhir tahun 2010, jumlah keluarga miskin di Kabupaten TTU sebesar 65,62 persen atau 31.375 Kepala Keluarga (KK) miskin. Merujuk pada angka tersebut, berarti lebih dari sebahagian penduduk di Kabupaten TTU terkategori miskin.

Kondisi itu diakibatkan oleh kurang tersedianya lapangan kerja yang dapat memberikan penghidupan yang layak bagi masyarakat sebagai upaya atau solusi agar dapat keluar dari belenggu kemiskinan.

Bupati TTU, Raymundus Fernandez mengatakan, tingginya angka kemiskinan tersebut telah menjadi perhatian serius pemerintah, sehingga dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2011- 2015 dan 2015-2020 menempatkan kemiskinan sebagai salah satu isu strategis yang membutuhkan penanganan secara tepat.

Menurutnya, dengan Program Sari Tani, pemerintah telah memposisikan kembali hak-hak politik rakyat sebagai pemangku kedaulatan tertinggi. Rakyat tidak lagi diberikan sisa-sisa dari anggaran pembangunan, tetapi diberi mandat penuh untuk mengelola anggaran sendiri.

Rakyat sebagai pemegang kedaulatan, lanjut dia, diberi kepercayaan untuk secara berkelompok mengelolah dana yang disiapkan pemerintah Rp 300 juta/desa untuk meningkatkan ekonomi melalui berbagai ekonomi produktif.

“Kita belajar dari pengalaman dari waktu ke waktu dan dari periode ke periode kepemimpinan di TTU .Keluhannya sama yakni masyarakat kesulitan akses untuk mendapatkan modal usaha. Kalau kita menyarankan mereka ke bank maka yang diminta adalah agunan atau jaminan. Masyarakat kita memang memiliki tanah dan sebagiannya bisa dijadikan agunan namun masalahnya tanah-tanah mereka ini belum bersertifikat. Dengan demikian proses untuk mendapat modal usaha menjadi sangat sulit, sehingga kita mau menjawabi keinginan masyarakat itu dengan program Sari Tani,” katanya di Kupang, Rabu (8/2/2017).

Dijelaskan, Program Sari Tani dan PKP (Padat Karya Pangan) adalah jabaran dari sebuah gerakan Cinta Petani dan petani itu harus bekerja dengan lahan yang terukur, komoditas yang ditanam harus berkualitas sehingga tidak hanya mencukupi kebutuhan makan untuk setahun saja, dan disamping itu harus berpikir juga untuk cadangan masa tua.

Baca : Bupati TTU , Kapolres dan Dandim Tinjau Lokasi Bencana Banjir Bandang

Pada tahun 2010 angka kemiskinan di kabupaten yang berbatasan dengan Timor Leste itu, mencapai 65,62 persen dan pada tahun 2014 turun hingga menjadi 34,10 persen.

“Kita berharap dengan program ini berjalan maka angka kemiskinan di daerah ini akan turun setiap tahun sehingga target kita di tahun 2021 sudah di bawah 10 persen,” katanya.

Sejumlah warga TTU penerima bantuan program Sari Tani mengaku, terbantu oleh program kerja yang dicanangkan oleh Bupati Ray Fernandez dan Wakilnya Alo Kobes. Bahkan, para petani pun berharap program tersebut dapat dilanjutkan guna membantu memperbaiki ekonomi rakyat.

Yosep Abi, Ketua Kelompok Tani Kasih Ibu di Desa Oenenu Utara, Kecamatan Bikomi Tengah, di Kefamenanu belum lama ini mengaku, sangat terbantu dengan program Sari Tani karena dapat memulai usahanya dengan dana awal yang diperolehnya dan itu tanpa bunga.

“Melalui dana ini, usaha paronisasi sapi yang saya lakukan berjalan baik dan membantu ekonomi keluarga juga urusan pendidikan anak-anak saya,” akunya.

Pengakuan lain datang dari salah satu pengusaha sayur, Agus Naob dari kelompok Melati. Menurutnya, dengan program yang digulirkan tersebut pendapatannya terus meningkat. Bahkan saat ini dirinya terus memperluas lahan garapan dan menambah bibitnya.

“Sebagai petani kami sangat terbantu dengan program-program dari pemerintah, kami berharap program Sari Tani dapat terus berjalan karena merupakan suatu program yang berpihak kepada rakyat,” tutupnya.