Warga Desa Duakoran di Perbatasan Belu-Timor Leste Nikmati Listrik

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Sekian lama kerinduan warga Desa Duakoran, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL akan penerangan listrik terjawab sudah.

PT PLN Persero akhirnya resmi menyalakan listrik untuk 125 unit rumah pelanggan di Desa Duakoran. Saat ini warga Desa setempat sudah bisa menikmati listrik untuk keperluan hidup dalam rumah tangga.

Peresmian penyalaan listrik pedesaan di Desa Duakoran secara simbolis oleh Wabup Belu, J.T Ose Luan ditandai dengan pengisian angka token di salah satu pelanggan di Kapela Wehedan, Desa Duakoran didampingi General Manager PT PLN Persero Wilayah NTT, Richard Safkaur, Rabu (8/2/2017) sore. Turut hadir pada acara tersebut Camat Raimanuk Marius Loe, Kades Duarato Edmundus Ulu serta warga setempat.

Menurut Richard Safkaur, daerah perbatasan merupakan beranda terdepan negara Indonesia karena berbatasan langsung dengan negara tetangga Timor Leste. Oleh karena itu, seluruh infrastruktur dasar dan strategis seperti jalan raya dan listrik harus dibangun guna percepatan pembangunan di wilayah perbatasan Belu.

“Kita bersyukur karena wilayah perbatasan saat ini menjadi perhatian pembangunan dari Pemerintah Pusat,” jelas General Richard.

Richard berharap, dengan melistrikan warga Duakoran ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sesuai kebutuhan hidup. Manfaatkanlah untuk hal yang positif seperti anak-anak sekolah gunakan untuk mendukung kegiatan proses belajar mengajar mereka di malam hari.

Wabup Belu, J.T Ose Luan mengatakan, wilayah Kecamatan Raimanuk punya kesulitan penerangan listrik dan jalan raya. Penyalaan listrik di desa Duakoran merupakan peristiwa yang istimewa karena menjawab kerinduan warga bertahun-tahun akan listrik.

Baca : Krimsus Polda NTT Lidik Jalan Perbatasan Yang Putus

“Listrik yang terus dirindukan sudah jadi kenyataan. Inilah perhatian Pemerintah dan BUMN khususnya PLN yang terus peduli dengan warga di perbatasan Belu,” ucap dia.

Luan berharap, penerangan listrik tidak hanya menerangi tetapi juga mendukung usaha-usaha ekonomi produksi warga guna tingkatkan taraf hidup termasuk upaya meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusia.

“Gunakan listrik untuk anak-anak sekolah belajar di malam hari, sehingga mereka bisa pandai,” harap dia.

Tambah Luan, di wilayah Raimanuk masih terdapat tiga Desa, Faturika, Mandeu Raimanus dan Renrua yang mana sampai dengan saat ini warga belum menikmati penerangan listrik seperti warga di desa lainnya.

“Kami harapkan kepedulian Pemerintah untuk warga di daerah batas, sehingga cita-cita Indonesia menyala dari tepian negeri rai Belu bisa tercapai,” ungkap mantan Sekda itu.

Manager PT PLN Rayon Atambua, I Wayan Adi Harimbawa dalam laporan mengemukakan, untuk melistrik masyarakat Duakoran, PLN membangun jaringan tegangan menengah 20.000 volt sepanjang 5600 meter sirkit, tiang sebanyak 169 batang, trafo 50.000 volt, ampere sebanyak 2 unit, dan jaringan tegangan menengah 220 volt sepanjang 5500meter sirkit.

Pembangunan jaringan dilaksanakan selama lima bulan, mulai September 2016 sampai dengan Januari 2017. Jaringan yang dibangun ini untuk melayani calon pelanggan listrik pintar sebanyak 125 unit rumah di Desa Duakoran.