Dinkes Kota Kupang Temukan 103 Orang Dengan Gejala TBC
Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Gerakan Ketuk Pintu warga untuk menemukan penderita TBC, yang telah di lakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Kupang melalui 11 Puskesmas selama bulan April 2018, ditemukan sebanyak 103 orang gejala (Suspect) Tubercolosis (TBC).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Ari Wijana, di kantor Dinas Kesehatan Kota Kupang, Senin (30/4/2014), mengatakan, gerakan ketuk pintu untuk menemukan penderita sudah sebanyak 15.101. Dari jumlah rumah yang sudah diketuk, ditemukan sebanyak 103 orang gejala TBC.
“Dari jumlah temuan gejala penderita TBC tersebut dalam hasil pemeriksaan ditemukan sebanyak 13 orang positif dan sebanyak 82 orang negatif. Sementara untuk 13 orang tersebut, saat ini sedang mendapat penanganan di Puskesmas, agar mendapat pengobatan secara rutin,” katanya.
Ary mengaku, Dalam penanganan pengobatan pasien TBC ini, harus dilakukan selama enam bulan, dan para pasien harus diawasi ketat dalam proses pengobatan.
Dikatakan, Bakteri penyebab TBC, M.tuberculosis, adalah jenis bakteri yang tahan terhadap asam. Begitu masuk ke dalam tubuh, bakteri ini bisa “tertidur” lama alias berada di fase “dorman” mereka tetap ada di dalam tubuh, namun tidak aktif berkembang biak. Padahal, kebanyakan antibiotik justru berfungsi saat bakteri ada di fase aktif. Fase dorman inilah yang diduga membuat bakteri kebal terhadap efek obat antibiotik.
“Memang, kebanyakan bakteri penyebab TB akan mati saat pengobatan berjalan di minggu kedelapan, tapi beberapa bakteri yang masih “tertidur” dan sudah kebal obat tetap memerlukan pengobatan lebih lanjut. Apabila tidak diobati, kemungkinan penyakit TBC Anda bisa kambuh, ditambah dengan risiko kuman yang menyerangnya menjadi semakin kebal terhadap obat,” Kata Ary.
Oleh karena itu, Kata Ary, pengobatan TB memerlukan waktu yang lama dengan kombinasi beberapa macam antibiotik yang memiliki cara kerja berbeda. Tujuannya adalah untuk membunuh bakteri yang aktif sekaligus yang masih “tertidur” dan yang sudah resisten.

