Kembali Marak Penyelundupan BBM ke Timor Leste, Theo Minta Aparat Perketat Perbatasan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Aktifitas penyelundupan illegal di wilayah Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-Timor Leste kembali marak.

Berdasarkan pantauan NTTOnlinenow.com, salah satu wilayah perbatasan Belu-Timor Leste yang rawan penyelundupan yakni di pintu lintas batas Dilumil dengan Memo, Maliana, Distric Bobonaro.

Untuk diketahui, sepekan yang lalu aparat keamanan dari Kodim 1605/Belu berhasil menggagalkan upaya penyelundupan BBM jenis bensin yang hendak dimasukan ke Timor Leste melalui pintu batas Dilumil.

Tidak saja itu, kasus penyelundupan BBM illegal melalui pintu batas Dilumil kerap terjadi dan pelaku berhasil ditangkap oleh pihak berwenang. Namun, para pelaku kembali berulah melancarkan aktiftas illegalnya.

Menyikapi hal itu, Anggota DPRD Belu Theodorus F Tefa yang dihubungi media, Selasa malam (11/12/2018) mengatakan, persoalan penggunaan BBM kembali ke bagian teknis dalam hal ini Ekonomi agar lebih selektif.

“Selektif dalam hal memberikan dan mengeluarkan izin pemakai BBM. Sehingga jelas BBM Subsidi dimanfaatkan warga Indonesian bukan diperuntukan bagi warga negara lain,” ujar dia.

Kaitan dengan kembali marak aktifitas penyelundupan illegal Theo yang juga sebagai Ketua Komisi III DPRD Belu itu meminta kepada aparat keamanan yang bertugas di Kabupaten Belu khususnya di garis perbatasan negara agar meningkatkan pengawasan serta memperketat penjagaan.

“Saya menghimbau kepada aparat keamanan di batas perketat penjagaan sehingga BBM subsidi tidak keluar ke wilayah negara tetangga,” pinta Theo.