Debat Paslon Gubernur NTT Dijadwalkan Berlangsung di Jakarta

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Debat pasangan calon (Paslon) gubernur dan wakil gubernur NTT 2018 akan berlangsung di Jakarta dengan jadwal debat pertama terjadi pada 5 April.

Juru Bicara KPU NTT, Yosafat Koli sampaikan ini dalam rapat dengar pendapat antara DPRD NTT dan Pemerintah Provinsi di ruang rapat Kelimutu, Senin (19/3/2018).

Yosafat menjelaskan, sesuai rencana kegiatan debat paslon gubernur dan wakil gubernur NTT dilaksanakan sebanyak tiga kali. Semua kegiatan debat dipastikan akan berlangsung di Jakarta. Kegiatan debat tidak bisa berlangsung di Kupang karena anggaran yang ada tidak cukup.

“Rata- rata satu televisi membutuhkan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk sekali debat jika terjadi di Kupang, sementara anggaran yang disediakan Rp1,650 miliar untuk tiga kali debat. Jadi satu kali debat dialokasikan anggaran Rp550 juta,” terang Yosafat.

Dia menyampaikan, karena keterbatasan anggaran, dibukalah pelelangan secara terbuka yang tentunya berpedoman pada prinsip- prinsip pemanfaatan anggaran. Hanya dua stasiun televisi yang mengajukan penawaran melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP), yakni i-News dan satu stasiun televisi lokal dari Makasar.

“Setelah dilakukan visitasi dan kajian, diputuskan menggunakan stasiun televisi i-News dalam kegiatan debat paslon gubernur dan wakil gubernur,” papar Yosafat.

Untuk meningkatkan layanan dan akses masyarakat terhadap kegiatan debat, lanjutnya, diupayakan untuk disiarkan secara langsung melalui radio dan media sosial seperti youtube dan live streaming. Sementara itu, kapasitas ruangan kegiatan debat sebanyak 700 orang.

Jumlah ini diisi oleh tim paslon, partai pengusung dan pihak lainnya yang diundang. Para paslon dan tim sukses bisa menggelar nonton bareng di daerah- daerah untuk menyaksikan kegiatan debat melalui televisi.

“Pelaksanaan debat bertujuan memberikan kesempatan kepada para paslon untuk membeberkan program-programnya kepada publik, khususnya masyarakat NTT. Sebaliknya masyarakat NTT bisa menyimak dan menilai seperti apa program kerja dan penampilan calon gubernur dan wakil gubernur,” tandas Yosafat.

Dia menerangkan, dengan adanya maksud demikian, televisi yang dipilih sebagai penyelenggara debat adalah televisi nasional yang punya jangkauan siaran luas. Sehingga bisa ditonton lebih banyak orang, terutama warga NTT. Semua pertanyaan untuk ketiga debat, akan disiapkan para panelis.

Pada debat pertama, lanjutnya, tema yang akan dibedah adalah “Pembangunan Ekonomi dan Infrastruktur”. Ada tiga panelis yang tampil pada bedah pertama itu, yakni Fred Benu, Fritz Fanggidae dan Theo Widodo. Sedangkan untuk moderator akan didiskusikan bersama dengan tim paslon untuk kemudian dipilih moderator yang cocok.

“Untuk moderator, kita harapkan dari luar NTT sehingga tidak ada kepentingan dengan para paslon. Moderator juga hanya bertugas memandu debat, dia tidak boleh menyampaikan pendapatnya, tidak boleh menyimpulkan dan tidak boleh mengajukan pertanyaan di luar yang disiapkan panelis,” terang Yosafat.

Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno mengatakan, pada prinsipnya lembaga dewan menyetujui pelaksanaan kegiatan debat paslon gubernur berlangsung di Jakarta dan disiarkan secara langsung oleh i-News. Mengingat tidak banyak masyarakat NTT yang akan hadir di studio menyaksikan dari dekat kegiatan debat dimaksud, KPU diharapkan melakukan sosialisasi secara luas. Sosialisasi itu berkaitan dengan waktu pelaksanaan debat. Sehingga masyarakat bisa mengikutinya dengan menonton televisi atau mendengar radio ataupun media sosial yang disiapkan.

“Pemikiran untuk menyaksikan debat dalam kegiatan nonton bareng perlu diapresiasi. Saya akan menggelar nonton bareng sebagai wujud pendidikan poltik kepada masyarakat untuk menyaksikan kegiatan debat paslon gubernur,” tandas Anwar.

Wakil rakyat asal daerah pemilihan Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka ini meminta KPU berkoordinasi dengan paguyuban masyarakat NTT diaspora di Jakarta dan sekitarnya. Sehingga mereka bisa hadir di studio untuk menyaksikan kegiatan debat paslon gubernur. Sulit rasanya para pendukung paslon atau masyarakat dari NTT hadir memenuhi ruangan yang berkapasitas 700 orang itu.