Proyek Bendung Maliana 2 di DAS Malibaka Perbatasan RI-RDTL Menyisakan Masalah

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen
Atambua,NTTOnlinenow.com-Proyek Bendung Maliana 2 dibangun Negara Timor Leste di Daerah Aliran Sungai (Das) Malibaka titik perbatasan kampung Memo, Distric Bobonaro dengan Dusun Delomil, Desa Lamaksanulu, Kabupaten Belu, Indonesia menyisahkan masalah.

Pasalnya, pembangunan proyek Bendung Maliana 2 itu terkesan sepihak. Meski telah ada nota kesepakatan dua pihak, akan tetapi tidak ada koordinasi dengan pihak Indonesia untuk pembangunan proyek.

Pembangunan proyek yang melintangi sungai Malibaka bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air baku dan pengairan sektor pertanian di wilayah Timor Leste. Dari desain yang diperoleh, diketahui bahwa bendungan dimaksud direncanakan menyediakan dua pintu air yang mengalirkan air ke wilayah Timor Leste, sedangkan ke wilayah NKRI hanya direncanakan satu pintu air.

Selain itu, kondisi tersebut berpotensi merugikan Indonesia, mengingat Sungai Malibaka selama ini menjadi sumber air utama yang mengairi lahan pertanian seluas kurang lebih 1.002,6 (seribu dua koma enam) hektare di wilayah Kabupaten Belu.

Karena itu, pembangunan bendungan dengan pengaturan debit air yang tidak seimbang dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai dampak serius, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun pertahanan dan keamanan (hankam), khususnya bagi warga di wilayah perbatasan.

Pembangunan proyek tersebut tidak saja menyisahkan cerita warga petani di kampung Delomil dan sekitarnya akan dampak kedepan bagi persawahan. Tapi turut menimbulkan masalah lainnya yang berujung kunjungan Deputi II Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam RI di lokasi proyek wilayah Memo, Maliana, Timor Leste.

Pantauan media, Kamis (12/2/2026) dalam kunjungan Deputi Bidkoor Pollugri bersama sejumlah pejabat Kementerian, Perwira dari Mabes TNI didampingi Bupati Belu, KBRI Dili, Waket II Komisi IV DPRD NTT, OPD terkait, Camat Raihat, Lamaknen beserta Kepala Desa serta administrator PLBN Mota’ain.

Nampak, Deputi Mohammad Koba bersama rombongan dan Bupati Belu gunakan ekskavator menyeberangi sungai Malibaka menuju mes proyek Bendung di bantaran sungai wilayah Memo Timor Leste guna pertemuan membahas masalah proyek tersebut.

Deputi Bidkoor Pollugri, Mohammad Koba kepada awak media usai peninjauan mengaku telah bertemu dengan Bupati Belu dan pihak terkait lain di wilayah Belu juga dengan dari Timor Leste sudah meninjau proses pembangunannya.

Jelas dia, dalam pertemuan itu disepakati beberapa hal antara lain, pembagian air nanti harus adil antara Indonesia dengan Timor Leste. Kemudian nanti Pak Bupati dengan Dinas PU akan sampaikan data luas sawah yang perlu air dari hasil bendung ini.

“Jadi supaya pembangunannya sesuai dengan tuntutan kedua belah pihak hadir. Nanti dari Pak Bupati yang hadir akan sampaikan data-data yang diperlukan pihak Timor Leste,” sebut dia.

“Kemudian ada beberapa perjanjian habis setelah bikin nanti akan dipresentasi pihak KBRI Dili untuk hubungan dengan Kemlu setempat maupun Kementerian Kehutanan Timor Leste,” tambah Mohammad.

Terkait permintaan dari Timor Leste untuk laporan tersebut, dia menyampaikan secepatnya akan berikan. Karena, kami paham proyek ini dan tinggal dicek saja datanya yang perlu disampaikan ke pihak Timor Leste.

“Saya kurang paham data yang digunakan Timor Leste tahun berapa. Tapi yang jelas kita sepakat, kita akan pembaharui data kita supaya nyambung dengan pembangunan proyek ini,” tandas Mohammad.

Kesempatan itu, Bupati Belu Willybrodus Lay mengatakan bahwa, terkait luas lahan perkiraan sementara ada 1.000 hektare. “Jadi, saya menyuarakan suara masyarakat agar seribu hektare itu sesuai desain saat ini tidak akan cukup. Jadi terima kasih untuk Menko Polkam telah datang fasilitas pertemuan, tadi sudah disepakati pihak Timor Leste untuk kita mengajukan yang tadi sudah disampaikan pak Deputi

Menurut Willy Lay, dampak dari pembangunan Bendung Timor Leste ini untuk dua Kecamatan yakni, Raihat dan Lamaknen di garis perbatasan Belu dengan Timor Leste. “Karena aspirasi warga, hari ini dari Menko Polkam datang untuk diskusi bersama di lapangan,” pungkas dia.

Untuk diketahui, tindak lanjut dari pertemuan tersebut tadi akan dilanjutkan dengan rapat bersama pihak Negara Timor Leste pada besok yang dijadwalkan berlangsung di aula Hotel King Star Atambua.