Pemda Belu dan Kemenko Polkam RI Gelar Rakor Bahas Kondisi Infrastruktur dan Akses Telekomunikasi
Laporan Yansen
Atambua,NTTOnlinenow.com-Pemerintah Kabupaten Belu dan Tim Gabungan yang dikoordinasikan Kedeputian Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam RI melakukan rapat koordinasi dan peninjauan lapangan terkait kondisi infrastruktur dan akses telekomunikasi.
Rakor dihadiri Bupati Belu Willy Lay, Asisten Deputi Koordinasi Telekomunikasi dan Informatika pada Bidang Deputi Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam, Marsma TNI Agus Pandu Purnama berlangsung di ruangan kerja Kantor Bupati Belu perbatasan RI-RDTL, Kamis (10/7/2025).
Turut hadir dalam rakor tersebut, tim gabungan Kemenko Polkam RI, Wadan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 741/GN, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Setda Belu serta beberapa pimpinan OPD Belu terkait.
Bupati Willy menyampaikan bahwa, pertemuan ini merupakan pertemuan strategis dan mendasar karena Kabupaten Belu merupakan daerah perbatasan yang perlu menjadi perhatian terkait pemerataan jaringan telekomunikasi.
Dikatakan, pihaknya telah menerima keluhan warga terkait persoalan menguatnya jaringan Timor Leste (Telemor) di wilayah Indonesia yang menjadi permasalahan serius hingga saat ini. “Karena itu perlu segera dilakukan pembenahan dengan melakukan pemerataan infrastruktur telekomunikasi yang baik,” pinta dia.
Jelas Willy Lay, Indonesia telah merdeka dengan segala perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang maju serta unggul, namun daerah perbatasan masih dijajah jaringan negara tetangga yang lebih mendominasi.
“Biasanya ada kunjungan semua jaringan normal. Namun setelah kembalinya para tetamu negara, jaringan kembali down, malah lebih mendominasi jaringan telemor Timor Leste,” sebut dia.
Ditambahkan, dominasi jaringan Telemor sangat menganggu proses pembelajaran saat melakukan ujian berbasis online. Selain itu juga melemahnya jaringan Telkomsel di perbatasan menjadi persoalan serius yang harus segera dibenahi karena masih berada dalam kategori lambat.
Bupati Willy menyampaikan terima kasih hari ini Asisten Deputi bersama rombongan datang Kabupaten Belu untuk melihat langsung kondisi kami di daerah perbatasan. Selain itu telah disepakati terkait ada beberapa sekolah yang mungkin aktif akan tahun ini uji coba satu atau dua SD yang jauh dari jangkauan.
“Kita sudah bersepakat untuk bekerjasama dengan desa yang tidak ada listirknya jauh dan desa bisa masuk kerjasama Pemerintah dan Desa Kementerian dan lain sebagainya. Kita berkolaborasi sehingga SD yang jauh dari SMP mereka bisa memperoleh pendidikan secara baik,” ungkap dia.
Sementara itu, Asisten Deputi Koordinasi Telekomunikasi dan Informatika, Marsma TNI Agus Pandu Purnama menegaskan komitmen Pemerintah untuk segera melakukan pemerataan infrastruktur telekomunikasi.
“Daerah perbatasan menjadi wilayah prioritas yang harus segera dilakukan penanganan secara cepat dan tepat untuk memudahkan pelayanan bagi masyarakat,” ujar dia.
Agus menekankan, kehadiran Kementerian beserta kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Belu menunjukkan komitmen pemerintah untuk melakukan cek spot dan melakukan penanganan, karena telah mendengarkan keluhkan bahwa beberapa titik di Kabupaten Belu sering roaming atau Black Spot.
“Hari ini kita melakukan koordinasi dari kementerian dengan lembaga terkait untuk berkolaborasi bersama guna atasi hal ini, karena wilayah perbatasan merupakan daerah prioritas yang persoalan mengenai kepentingan warga harus diutamakan,” ketus dia.
Agus menegaskan komitmen Kemenko Polkam untuk segera menyelesaikan persoalan-persoalan ini karena wilayah perbatasan menjadi atensi khusus untuk pemerataan infrastruktur telekomunikasi.
Lanjut dia, kegiatan dalam rangka mengkoordinasikan dan sinkronisasi diantara Kementerian maupun lembaga termasuk di dalamnya kita juga hadir hari ini para operator provider yang apabila mereka berkolaborasi. Nanti di Belu ini kita upayakan bahwa Belu daerah perbatasan dan kedaulatan NKRI dimana daerah-daerah yang perlu menjadi prioritas.
“Dalam rapat tadi Pak Bupati ingin membuat satu pendidikan yang sistemnya sudah digital ada di daerah tertentu yang sekolah belum ada sehingga kita akan membuat nanti SMP dengan fasilitas digital di SMP digital. Kita akan kobarkan kolaborasikan ini, kita akan cek lapangan kira-kira daerah mana yang kita akan adakan sebagai SMP yang digital dan kita dukung dari pusat bentuk baik Pak Bupati Belu ini,” tambah Agus.

