Wabup Belu Ajak Seluruh Stakeholder Komitmen Atasi Stunting
Laporan Yansen
Atambua, NTTOnlinenow.com – Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai secara resmi membuka kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tematik Stunting Kabupaten Belu Tahun 2025 di Aulah BP4D di Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Selasa (3/6/2025).
Hadir dalam kegiatan tersebut, para pimpinan OPD, para Camat, para Kepala Puskesmas, Lurah Manuaman, PJ kepala Desa Mahuitas, Prodi keperawatan UNIMOR, Pimpinan YKPA Belu, pimpinan Wahana Visi Indonesia (WVI) Belu dan Koordinator tenaga Ahli pendamping P3MD Belu.
Wabup Vicente menyampaikan, sebagaimana kita ketahui bersama, stunting merupakan masalah yang sangat serius dan berdampak jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia.
“Sehingga kegiatan ini merupakan momentum penting untuk bersama-sama mengevaluasi dan merumuskan langkah-langkah strategis dalam percepatan penurunan stunting di wilayah kita,” ujar dia.
Vicente mengatakan bahwa, sampai dengan saat ini masalah stunting merupakan agenda prioritas nasional karena prevalensi stunting adalah salah satu indikator yang diukur dalam lingkup kondisi kesehatan.
Jelas dia, data standing di Belu pada tahun 2023 berdasarkan survei kesehatan Indonesia (SKI) dari Kementerian Kesehatan prevalensi stunting kita berada pada angka 48,1% dan sesuai hasil survei status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 yang dipublikasi pada pekan lalu, posisi kabupaten Belu berada pada urutan ke empat (4) tertinggi dengan persentase sebesar 44,3% dari 22 kabupaten kota se-NTT.
“Meski secara persentase turun namun perlu diingat bahwa target prevalensi stunting kita tahun ini adalah 42,5% dan tahun depan 41,0% sehingga masih ada GAP sebesar 2% lebih yang memerlukan upaya lebih keras lagi dan upaya yang lebih konkrit lagi untuk menekan tingginya angka stunting di daerah ini,” terang dia.
Lanjut Vicente, dengan dikeluarkannya surat dari kementerian dalam negeri Nomor 400.5.7/1685/Bangda tanggal 17 Maret 2025 perihal pelaksanaan aksi konferensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting (PPPS), pemerintah daerah dalam hal ini kita semua yang hadir pada kegiatan ini diminta untuk tetap melaksanakan upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting secara konvergen dengan mengacu pada juknis yang ada.

“Dimana juknis terbaru pada tahun 2025 ini menitikberatkan pada adanya refocusing kelompok sasaran, penguatan peran kecamatan, transformasi digital dan adanya perubahan indikator kinerja layanan aksi konvergensi,” kata dia.
Kesempatan itu, Vicente mengajak kita semua untuk lebih serius dan lebih berkomitmen lagi dalam intervensi pencegahan dan perdebatan penurunan stunting melalui kerjasama antar tim gugus tugas yang telah dibentuk baik di tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa dalam melaksanakan strategi dan kegiatan yang telah ditetapkan melalui peraturan Bupati belum nomor 41 Tahun 2022 maupun aturan dan ketentuan lain yang ditetapkan oleh provinsi dan pusat.
Pramus Rembang tematik stunting tahun 2025 ini merupakan langkah penting dalam upaya penanggulangan stunting. Tujuan kegiatan ini untuk memfasilitasi perencanaan dan penganggaran yang lebih efektif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk Pemerintah Daerah masyarakat dan organisasi non Pemerintah fokus utama dari perah muslim bank ini adalah untuk menyusun strategi komprehensif yang dapat mengatasi faktor determinan terjadinya stunting termasuk masalah gizi buruk dan pertumbuhan anak yang terhambat.
“Saya berharap dalam diskusi nanti para peserta perlu membahas berbagai aspek yang mempengaruhi stunting seperti akses terhadap layanan kesehatan ketersediaan pangan bergizi serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pola makan seimbang,” pinta dia.
Lanjut Vicente, dengan kolaborasi yang baik diharapkan pramus Rembang ini dapat menghasilkan rencana aksi dapat diimplementasikan secara efektif guna mengurangi angka stunting secara signifikan di kabupaten Belu pada tahun-tahun mendatang.
“Pesan saya kegiatan semacam ini wajib dilaksanakan di tingkat Desa dan Kecamatan sehingga perumusan masalah identifikasi kendala serta perumusan strategi yang dihasilkan juga bisa menjawab persoalan langsung di tengah masyarakat,” kata Vicente.
Mengakhiri sambutan dia mengajak semuanya untuk sama-sama tidak sekedar berkomitmen namun wajib bekerja nyata dalam upaya percepatan penurunan stunting di Belu ini demi terwujudnya masyarakat Belu yang berkualitas mandiri harmonis demokratis dan berbudaya.

