Tidak kooperatif, Kepala Desa dan Bendahara Naikake B Digiring Penyidik ke Kejari TTU. Ada Dokumen dan Truk Disita.

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU), pada Selasa (13/04/2021) sekitar pukul 00.45 wita berhasil menyita sejumlah] dokumen dan 1 unit dump truk milik Kepala Desa Naikake B, Herminigildus Tob. Selain Kades, Bendahara Naikake B, Milikheor Tob juga digiring ke kantor Kejaksaan.

Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila, S.H, M.H membenarkan hal tersebut. Menurutnya, Kades dan Bendahara Desa Naikake B dinilai tidak kooperatif, mangkir saat dipanggil penyidik.

Keduanya diduga melakukan tindak pidana korupsi, dalam pengelolaan Dana Desa Naekake B sejak tahun 2015 hingga 2020.

“Kades dan Bendahara desa Naikake B, dinilai tidak kooperatif. Pasalnya, setelah pemeriksaan sebagai saksi dan dipanggil lagi ke Kantor Kejaksaan, keduanya mangkir. Keduanya diduga melakukan tindak pidana korupsi, dalam pengelolaan Dana Desa Naekake B sejak tahun 2015 hingga 2020”, jelas Roberth Lambila yang dikonfirmasi Selasa (13/04/2021) pagi di kantor Kejaksaan Negeri TTU.

Baca juga : http://www.nttonlinenow.com/new-2016/2021/04/02/dugaan-korupsi-pengelolaan-dana-desa-sekdes-dan-bendahara-naikake-b-mangkir-di-panggilan-kedua/

Lanjutnya, “Tadi malam kita mendengar informasi bahwa Kades dan Bendaharanya ada di Kefa. Dia bawa juga mobilnya. Hasil penyidikan kami, diduga mobil itu diperoleh dari hasil kejahatan. Sehingga tadi malam kami melakukan penyitaan sekaligus mengamankan beberapa dokumen.

Dokumen – dokumen itu kami temukan ada indikasi, salah satunya menggunakan stempel palsu dan masih ada banyak bukti lainnya. Jadi ada bukti – bukti yang baru dibuat untuk melengkapi pertanggungjawaban yang akan dibawa ke Kejaksaan. Tapi sebelum mereka bawa kita sudah dapatkan duluan”, beber Roberth.

Ket Foto : 1 Unit dump truk milik Kades Naikake B, Herminigildus Tob yang disita penyidik Kejari TTU.

Informasi yang berhasil dihimpun NTTOnlinenow.com, Kades dan Bendahara Naikake B pada Selasa (13/04/2021) berada di rumah salah satu kerabatnya yang beralamat di belakang RS Leona, KM 5 arah Kupang.

Tim penyidik Kejari TTU yang turun langsung mengamankan Kades dan Bendahara diantaranya, Kasi intel, Benfrid Ch Foeh. SH, Kasi Barang Bukti, Rezza.SH, Jaksa Uky .SH, Dany SH, Danang SH, Fajri dan Revon Loy. Keduanya langsung digiring ke Kejari TTU untuk diperiksa dan langsung melakukan penyitaan barang bukti berupa kwitansi – kwitansi dan uang berjumlah Rp.7 juta 500 ribu dan 1 unit damp truck.

Pemeriksaan terhadap Kades dan Bendahara Naikake B guna mengusut tuntas dugaan korupsi atas laporan masyarakat terhadap Pengelolaan Dana Desa (DD) di wilayah itu selama enam tahun berturut-turut terhitung sejak Tahun Anggaran 2015, 2016, 2017, 2018, 2019 dan 2020.

Berikut rincian pengelolaan Dana Desa di Desa Naikake B yang terbengkelai selama kepemimpinan Herminigildus Tob, dikutip dari berita sebelumnya.

Berita awal : http://www.nttonlinenow.com/new-2016/2021/03/31/dugaan-korupsi-dana-desa-kades-naikake-b-diperiksa-penyidik-kejari-ttu/

Pertama, pada Tahun Anggaran 2015, terdapat item kegiatan pembangunan WC Sehat dengan pagu anggaran sebesar Rp 76.550.000. Item kegiatan ini diduga fiktif karena tidak ada fisik pekerjaan di lapangan. Sedangkan pada 2019 terdapat lagi item kegiatan untuk pembangunan WC sehat dengan pagu anggaran sebesar Rp 709.948.800, namun belum tuntas dikerjakan.

“Fisik bangunan WC sehat sesuai pengaduan masyarakat itu hanya tahun anggaran 2019 saja yang ada, namun belum rampung dikerjakan sampai sekarang. Sedangkan tahun anggaran 2015 itu fiktif karena tidak ada fisik pekerjaan,” beber Kasi Pidum, Santy Efraim, S.H.

Kedua, untuk Dana Desa tahun anggaran 2016, terdapat item kegiatan pembangunan jalan Netpala dengan pagu anggaran sebesar Rp 525.466.937. Proyek pembangunan itu pun dikerjakan asal jadi bahkan terdapat beberapa item pekerjaan seperti bangunan deker dan saluran pun belum dikerjakan sampai sekarang.

Ketiga, pada tahun anggaran 2017, terdapat item kegiatan perpipaan yang ditarik dari mata air Keba ke perkampungan dengan pagu anggaran sebesar Rp 135.686.213. Proyek peningkatan air bersih ini sama sekali belum dikerjakan. Pipa yang telah dibelanjakan oleh Kepala Desa Naikake B, Herminigildus Tob pun masih tersimpan rapi di jalan menuju mata air tersebut.

“Tahun anggaran 2016 itu alokasi dana desa untuk Desa Naekake B sebesar Rp 603.277.794. Dari total anggaran tersebut dialokasikan sebesar Rp 525.466.937 untuk kegiatan fisik. Seharusnya, 30 persen dana desa itu untuk kegiatan pemberdayaan bukan monoton kegiatan fisik seluruhnya,” jelas Santi.

Selain perpipaan, tahun 2017 terdapat proyek peningkatan Jalan Nifuasin dengan pagu anggaran sebesar Rp 322.391.964. Ini pun belum tuntas di kerjakan. Kondisi di lapangan bangunan pelengkap belum dikerjakan. Tumpukan material yang akan digunakan untuk mengerjakan jalan tersebut pun masih tersimpan di lokasi.
Ada juga pembangunan satu unit gedung PAUD pada tahun anggaran 2017. Pagu anggarannya Rp 150.106.123 dikerjakan asal jadi.

Ironisnya, yang menjadi Ketua PPK untuk item kegiatan ini adalah istri Kades sendiri, yakni Elfita Kuil.

Keempat, Di tahun anggaran 2018, terdapat item kegiatan pembangunan Jalan Hautes-Bituktaek dengan pagu anggaran sebesar Rp 502.759.000. Proyek pembangunan ini pun senasib dengan proyek terdahulu yang belum rampung dikerjakan.

Kelima, Di tahun anggaran 2019, terdapat item kegiatan pembangunan Jalan Klus-Nabona dengan total anggaran sebesar Rp 113.509.600. Akses jalan yang dibangun itu tidak memiliki manfaat sama sekali.

“Seluruh proyek fisik di Desa Naekake B itu fiktif dan mangkrak. PPK yang dibentuk oleh Kepala Desa itu hanya di atas kertas saja, sedangkan pengelolaan setiap kegiatan itu diambil alih oleh Kepala Desa dan Bendahara semata,” pungkas Santy.