Raih Penghargaaan Terbaik Kedua Nasional, Kajari TTU : Ini Bukan Pujian Bagi Saya, Tapi Beban Untuk Bekerja Lebih Baik

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU) menerima penghargaan sebagai Kejari terbaik secara Nasional di tahun 2021, setelah mendapat penilaian kinerja Bidang Pidana Khusus (Pidsus) oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Penghargaan itu diberikan kepada Robert Jimmy Lambila, S.H, M.H karena mampu menuntaskan perkara – perkara tindak pidana korupsi di wilayah Kabupaten TTU dan penyelamatan kerugian Negara.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) TTU, Roberth Jimmy Lambila, S.H, M.H kepada sejumlah awak media mengatakan penghargaan yang diraih berkaitan dengan penilaian kinerja Bidang Pidsus dan ketaatan Kejari TTU dalam mengisi Sistem Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yaitu sistem yang digunakan untuk melaporkan kegiatan penanganan kasus.

“Itu adalah penilaian pimpinan, terkait dengan kinerja bidang Pidsus di tahun 2021. Dan itu sebenarnya hanya berkaitan dengan ketaatan kita dalam mengisi sistem JMS yakni sistim pelaporan kegiatan terkait penanganan perkara”, ungkap Roberth Lambila dalam konferensi Pers yang digelar Jumat, (17/09/2021) di ruang kerjanya.

Atas penghargaan yang diterima, Roberth mengucapkan terimakasih terhadap penilaian pimpinan.

“Kita berterimakasih kepada pimpinan, bahwa penghargaan itu menjadi bukti bahwa kami sudah berupaya bekerja semaksimal mungkin di daerah”, katanya.

Ia pun mengakui, apa yang dilakukan saat ini belum cukup, pasalnya ekspetasi masyarakat terhadap Kejari TTU sangat tinggi.

“Apa yang dicapai saat ini masih jauh dari harapan masyarakat. Itulah kenapa saya katakan, justru penghargaan itu menjadi beban tersendiri bagi saya. Saya tahu bahwa setiap hari orang melapor, orang menginginkan kejaksaan untuk lebih berperan dalam hal penanganan tindak pidana korupsi. Sementara kita masih punya banyak kekurangan dan kelemahan”, aku Roberth.

Tetapi lanjutnya, bahwa penilaian pimpinan itu akan menjadi motivasi baginya bersama tim untuk tetap bekerja.

“Ini bukan suatu yang menjadi pujian bagi saya atau membuat saya harus berbangga. Sebaliknya, ini menjadi suatu beban yang ditaruh di pundak, karena masyarakat belum melihat kejaksaan sudah bekerja dengan maksimal. Ini menjadi beban bagi Kejari TTU untuk bisa lebih memperhatikan apa yang menjadi keinginan dan ekspetasi masyarakat terkait dengan tindakan – tindakan penanganan korupsi. Kami tetap punya komitmen untuk itu”, tandasnya.

Untuk diketahui, penghargaan yang sama pernah diterima Roberth Jimmy Lambila. Pada 16 Desember 2015 lalu, Robert Jimmy Lambila juga pernah ditetapkan sebagai Jaksa terbaik se-Indonesia. Ia dikenal sebagai jaksa yang aktif melidik banyak kasus korupsi di NTT dan menyelamatkan uang negara sebesar Rp59 miliar selama tahun 2015 dari berbagai kasus koprupsi.

Dan pada tahun 2016, Roberth Jimmy Lambila kembali dianugerahi penghargaan sebagai jaksa terbaik se — Indonesia karena dinilai mampu menuntaskan 71 perkara korupsi saat ia masih menjabat sebagai Kasi Dik Kejati NTT.

Foto : Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila, S.H, M.H