Empat Bulan Kapal MTC Ocean Star Terombang Ambing Tak Jelas Di Perairan Timor Leste dan Nyaris Tenggelam, ABK Minta Bantuan Presiden Jokowi

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Selama kurang lebih 4 bulan berada di atas kapal di perairan Timor Leste tanpa makanan dan minuman yang cukup, 20 an Anak Buah Kapal (ABK), ber Warga Negara Indonesia (WNI) rekrutan PT Niaga Shipping Internasional, akhirnya meminta bantuan ke Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Para ABK yang mengaku sudah bergabung dengan MT Ocean Star sejak Februari 2021 lalu, diwakili Amir, salah satu ABK menyampaikan kondisi terkini mereka melalui pesan WhatsAp yang diterima NTTOnlinenow.com, Kamis (17/06/2021) malam.

Dalam kutipan pesan WhatsAp salah satu ABK , Amir yang diterima media ini mereka meminta bantuan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk menyelamatkan mereka dari kapal yang hampir tenggelam.

“Yang kami hormati Presiden RI Bapak Joko Widodo. Saat ini saya (Amir) berada di perairan Timor Leste dalam kondisi kapal yang hampir tenggelam”, kata Amir dalam pesan WhatsApnya.

Iya juga mengaku direkrut salah satu perusahaan ternama.

“Kami direkrut oleh salah satu Perusahaan bernama PT. Niaga Shipping Internasional melalui Ibu Nia Wulandari Bagus dan PT Nezia Edirma Lda. Saat ini saya bersama 20 dua puluh orang WNI yang sudah bergabung dengan MT Ocean Star sejak Februari 2021 hingga kini, lokasi kami sekarang berada di 8°32.386’S • 125°34.980’E “, jelas Amir masih dalam pesan singkat WhatsApnya.

Ia mengisahkan, awalnya kapal MT Ocean Star berukuran 2.684 DWT itu bertolak dari Batam ke Pelabuhan Wini kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU ), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) lalu bertolak ke negara Timor Leste. Di Bulan Pertama (Februari), lanjut Amir, gaji mereka semua terbayarkan. Namun setelah itu sampai hari ini gaji mereka tidak dibayar (3 bulan) dengan berbagai macam alasan oleh ibu Nia Wulandari Bagus yang mengaku sebagai pemilik kapal.

“Kondisi saya dan teman – teman sekarang diatas Kapal Tanker MT Ocean Star sudah sangat memprihatinkan. Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah habis sejak awal Juni ini, crew sebagian sudah ada yang sakit-sakitan, bahan makanan juga sudah habis. Saat ini crew makan makanan seadanya saja seperti Mi instan tanpa air karena Fresh water (air tawar) juga sudah habis sejak 1 Juni yang lalu”, terang Amir.

Lanjutnya, ia dan teman – temannya hanya menadah air hujan untuk dipakai minum dan keperluan lainnya, itupun jika hujan turun. Sementara air got kamar mesin sudah tinggi dan suatu saat bisa menyebabkan kapal tenggelam. Pump room kamar mesin juga menurutnya bocor dan air sudah setinggi betis orang dewasa.

“Tolong kami disini, kami ingin pulang ke Indonesia dengan selamat. Saya dan teman-teman disini sudah tidak tahu mau berbuat apa lagi di perairan Timor Leste selama kurang lebih 4 bulan. Bantu kami keluar dari sini, tolong hubungkan kami ke pemangku kebijakan /pemerintah dan siapapun itu agar kami semua selamat. Mau pulang tapi sudah tidak ada bahan bakar menuju Indonesia. Mau sandar ke Timor Leste crew kapal tidak punya visa. Nyawa kami disini seperti barang mainan dan sebentar lagi kapal akan tenggelam. Kami semua adalah pejuang keluarga yang harus menafkahi seluruh anggota keluarga kami”, keluh Amir.

Ia juga meminta agar pesan WhatsAp darinya diviralkan dengan tujuan agar segera mendapat bantuan.

“Tolong bantu sebarkan informasi ini sebelum nyawa kami semua melayang dinegeri orang #SelamatkanPelautIndonesiadiTimorLeste”, tulis Amir mengakhiri pengaduannya ke Presiden Jokowi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili Timor Leste belum berhasil dikonfirmasi.

Namun, informasi yang diterima media ini, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Dili, Timor Leste telah menerima pengaduan para ABK dan sudah ditindaklanjuti.

“Kapal itu ada di Dili dan berkat koordinasi yang baik dari pihak Kementerian Luar Negeri Timor Leste, para ABK sudah difasilitasi KBRI Dili sejak tiga hari lalu”, ungkap salah satu sumber terpercaya di Dili, Timor Leste yang dihubungi pertelepon, Jumat (18/06/2021) pagi.

“Kondisi mereka baik, kapal sudah bersandar di perairan Dili hanya mereka tidak bisa bergerak kemana – mana karena kehabisan BMM. Selain BBM, mereka juga kehabisan bahan makanan tapi semuanya sudah diurus KBRI di Dili “, kata sumber.

Diduga kapal MT Ocean Star yang terombang ambing tak jelas di perairan Timor Leste tersebut merupakan kapal sewaan secara ilegal oleh pihak tertentu guna memperlancar penjualan Bahan Bakar Minyak antar negara.

Keterangan Gambar : Kapal MTC Ocean Star berukuran 2.684 DWT ketika masuk di perairan Wini perbatasan RI – RDTL Kecamatan Insana Utara Selasa (16/03/2021) lalu. Foto /Judith Lorenzo Taolin.