Bupati Taolin Sidak ke RSUD Mgr. Gabriel Manek, Svd Atambua

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Hari kedua berkantor, Bupati Belu dr. Agus Taolin melakukan sidak ke RSUD Gabriel Manek Svd Atambua wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL, Rabu (27/4/2021) siang.

Mantan Kepala RSU Atambua itu datangi rumah sakit didampingi Plt Kepala dinas Kesehatan Theresia M. Saik, Kepala Dinas Kominfo, Johanes Andes Prihatin dan Kabag humas protokol Christoforus M. Loe Mau.

Disela-sela peninjauan, Bupati Taolin dalam dialog dengan Direktur RS mempertanyakan alur pelayanan Covid-19 hingga pasien dibawa ke ruang perawatan. Selanjutnya datangi ruangan laboratorium PCR, IGD, CT Scan, ruang cuci darah dan radiologi.

Dikatakan, program prioritas pemerintahan yakni kesehatan gratis, oleh karena itu perlu dilihat dan dipersiapkan seluruh fasilitas kesehatannya. Mulai kesiapan SDM, Peralatan, SOP pelayanan, IT.

Namun, masih terdapat banyak kekurangan seperti belum ada ruangan laboratorium PCR, ruangan screening covid-19 yang tidak standar, WC laboratorium PCR hanya 1 unit, tisu di tempat cuci tangan tidak ada. Maka perlu ada perbaikan dalam waktu 1 bulan ke depan supaya semua berjalan dengan baik.

“Kita berharap dalam 1 bulan mendatang semua sudah siap, baik itu ruangan Lab PCR, ruang screening, tenaga dokter, ruangan WC karena direktur sudah menyampaikan kekurangan itu dan kita juga sudah mengecek sendiri,” ucap Taolin.

Lanjut dia, dalam periode kepemimpinan ini pelayanan kesehatan masyarakat Belu harus lebih baik dan itu awak media perlu mencatat itu. RSUD Gabriel Manek Svd Atambua secepatnya akan menjadi PCR Center. Setiap orang ketika mendatangi rumah sakit ini harus merasa nyaman.

“Kalaupun ruangan di rumah sakit ini tidak memadai, maka bisa saja laboratorium itu dipindahkan di tempat lain semuanya dilakukan untuk kenyamanan masyarakat. Sekali lagi ruangan PCR Belu harus bagus dan standar, bukan tidak standar sehingga tidak memalukan,” ujar Taolin.

direktur RSUD Gabriel Manek SVD, dr Ellen menyampaikan rumah sakit itu tidak memiliki anggaran. Lalu dr Agus melanjutkan kalau anggaran tidak ada apakah ada pemikiran untuk bekerja sama dengan pihak lain dalam bentuk KSO. Direktur RSUD dr Elen tidak mampu menjawab dan bupati menyampaikan besok harus dibicarkan antara dirinya selaku bupati dan direktur RSUD karena itulah gunanya pemimpin.

Sementara itu Direktur RSUD Gabriel Manek. Elen Corputty mengatakan pada Februari lalu mendapat bantuan alat laboratorium PCR dari BNPB. Tapi belum berfungsi PCR tersebut karena laboratoriumnya harus direnovasi terdahulu. Namun untuk renovasi laboratorium belum ada dan sudah diusulkan hanya anggaran refocusing belum ada.

Dijelaskan, Kemenkes saat ini melalui PBPPKL Surabaya telah mengirim tim di RSUD Atambua untuk membantu rumah sakit tersebut dalam persiapan pelayanan pemeriksaan PCR.

“Sejak kemarin sudah ada training bagi tenaga analis di Belu baik dari tenaga kesehatan di Puskesmas dan rumah sakit. Selain itu, membantu pihak rumah sakit mendesain ruangan laboratorium PCR untuk direnovasi untuk pemeriksaan ke depan,” terang Elen.