Menunggu Autopsi, Polisi Periksa 2 Saksi Kasus Kematian Kalak BPBD Belu
Laporan Yansen
Atambua,NTTOnlinenow.com-Polres Belu memeriksa dua orang saksi terkait kasus kematian Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu, Fransiskus Asten (58).
Kasat Reskrim Polres Belu, IPTU Rio Panggabean membenarkan, untuk saat ini sebanyak dua orang saksi telah diperiksa atau diambil keterangannya oleh penyidik Satreskrim.
“Pemeriksaan saksi akan dilanjutkan setelah autopsi selesai dilakukan,” ujar dia, Senin (10/11/2025).
Sementara itu, rencana autopsi jasad akan dilaksanakan hari ini dan untuk kepastian waktunya belum bisa informasikan karena menunggu tim sampai (Bid Dokkes Polda, red).
Untuk diketahui, Kalak BPBD Kabupaten Belu, Fransiskus Asten, dilaporkan hilang sejak Jumat malam (7/11/2025). Sesuai laporan Polisi, yang bersangkutan mengenakan sweater biru dan celana pendek jeans keluar dari rumah sekitar pukul 18.55 Wita dan tidak kembali ke rumahnya.
Pencarian terhadap Kalak BPBD ini dilakukan oleh tim BPBD bersama dan keluarga sejak Sabtu (8/11/2025) malam, setelah laporan kehilangan dibuat ke Polres Belu dengan Nomor LP/B/17/XI/2025/SPKT/Polres Belu/Polda NTT.
Korban baru ditemukan pada hati Minggu tanggal 9 September sekitar pukul 10.00 Wita di Kilometer 8, jalur menuju Atapupu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu.
Sebelumnya, pihak keluarga Kalak BPBD Belu, Fransiskus Asten meminta agar dilakukan otopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian almarhum yang ditemukan meninggal dunia pada Minggu (9/11/2025) di Kilometer 8, Jalur Atambua menuju Atapupu.
Permintaan itu disampaikan oleh istri almarhum, Maria Fransiska Suri Asten, setelah pihak keluarga sepakat agar dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap jenazah atau otopsi.
“Kami dari pihak keluarga sepakat untuk dilakukan otopsi, supaya lebih jelas penyebab kematiannya,” kata dia.
Diutarakan bahwa, keluarga merasa ada kejanggalan dalam peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, sejak dikabarkan hilang, pihak keluarga sudah melakukan upaya pencarian sendiri di sejumlah lokasi.
“Kami keluarga sudah menyisir dari Sesekoe, Kelurahan Umanen sampai di Ainiba, tapi tidak menemukan. Karena itu kami minta Kepolisian untuk memeriksa lebih dalam,” ujar Maria.
Maria Fransiska juga menuturkan, dokter telah melakukan pemeriksaan fisik luar, tetapi belum sampai pada pemeriksaan mendetail, karena itu keluarga meminta untuk dilakukan otopsi.

