Kerugian Fasilitas Umum Akibat Badai Seroja Diperkirakan Rp 50 Miliar

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, Hengki Ndapamerang mengatakan, Meski masih dalam pendataan kerusakan-kerusakan fasilitas umum akibat hantaman badai Seroja pekan kemarin, pemerintah Kota (Pemkot) memperkirakan kerugiannya mencapai Rp 40 sampai 50 miliar. Pemerintah berharap bisa menggunakan anggaran mendahului untuk membangun kembali fasilitas umum itu.

“Fasilitas umum yang hancur diterjang badai Seroja kemarin meliputi lampu jalan, infrastruktur jalan, lampu hias dan kantor-kantor pemerintahan. PUPR masih memperhitungkan jumlah kerusakan ini,” kata Hengki kepada wartawan.

Ia mengaku, sampai saat ini pihaknya masih terus menghitung berapa nilai kerusakan-kerusakan, dan pihaknya juga belum merilis secara total besaran kerugiannya, karena masih dalam pendataan, bisa saja mencapai 40 sampai 50 miliar.

Dikatakan Ndapamerang, infrastruktur jalan dan kantor-kantor pemerintahan menjadi prioritas utama perbaikan, agar akses pelayanan publik dan mobilitas masyarakat tidak terganggu.

PUPR, kata Hengki, sedang berkoordinasi dengan BPBD Kota untuk penanggulangan kerusakan fasilitas umum itu, termasuk skema pembiayaannya.

“Kita masih koordinasikan. Apakah nantinya lewat APBD atau DAU masih dibicarakan,” katanya.

PUPR, kata Hengki telah mengambil langkah antisipasi atas pengerjaan, begitu anggaran itu di eksekusi. Untuk itu, data yang akurat sangat penting.

Dari sisi pelaksanaannya, kata Hengki, tidak menjadi kendala. Banyak rekanan kontraktor yang selama ini bekerja sama dengan pihaknya dalam posisi siap, tinggal menunggu eksekusi anggarannya.

Asisten III Yanuar Dalli menambahkan pemerintah berencana mengajukan anggaran itu ke DPRD agar penggunanya mendahului anggaran.

“Nanti kan ada perubahan anggaran, kita mau ditangani dari situ, apakah nanti skemanya dari anggaran itu. Karena kantor-kantor pemerintahan itu harus segera ditangani agar tidak menghambat proses pelayanan publik,” katanya.

Sementara terkait refocusing anggaran, kata Yanuar Dally, pemkot belum berencana mengalihkan sebagiannya untuk penanganan bencana.