Peringati Hari Kartini 2021, Emy Nomleni Buat KartiniChallenge.

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Ir. Emelia Nomleni yang sering disapa Mama Emy Nomleni, Ketua DPD PDIP NTT dan juga Ketua DPRD NTT, merayakan dan memperingati Hari Kartini 2021 dengan membuat KartiniChallenge.

Hal tersebut dikemukakannya kepada media ini usai talkshow di Chanel Youtube Pos Kupang pekan lalu tentang bencana yang disebabkan Siklon Tropis Seroja.

Menjawab media ini mengapa ia tertarik membuat KartiniChallenge dan bukan lomba membuat nasi goreng atau kegiatan lainnya, menurut perempuan bersuara berat ini masing masing orang dan pihak bisa membuat perayaan dalam bentuk dan model apa saja untuk menghormati Kartini.

Tetapi pemakai sarung tradisional ini menegaskan sedapat mungkin kebiasaan merayakan Hari Kartini mengurangi kegiatan kegiatan yg menguatkan domestiksasi atau stereotipe bahwa perempuan hanya mengurus hal hal domestik.

Dikatakannya tanggal 21 April setiap tahun dirayakan sebagai Hari Kartini. RA Kartini, seorang Tokoh Emansipasi Perempuan di Indonesia. Kehebatannya sudah dibaca melalui berbagai buku dan kumpulan surat suratnya, belajar sejak Sekolah Dasar.

Pada tahun ini kata pemilik rambut putih ini, dirinya ingin membuat yang lain melalui media sosial. Semua orang mempunyai Tokoh Kartini versinya.

“Saya sendiri Tokoh Kartini versi saya yang pertama, tentu mendiang mama saya,” ungkapnya dengan suara bergetar. Mengapa mamanya, Emy menjelaskan mamanya seorang perempuan yg luar biasa.

Mendiang mamanya, Mama Welly adalah perempuan modern saat itu, tetapi dengan mendiang bapaknya berkomitmen menjadi ibu rumah tangga saja. Ia melahirkan, merawat anak anaknya, mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang sering dianggap sepele.

“Waktu senggang kita di rumah, beres beres sedikit, masak, setelah itu lelahnya minta ampun. Saya bayangkan mama saya dengan anak yang banyak, mengurus memasak, mencuci, mengatur rumah, memastikan anak anaknya semua mendapat makan, sehat, berseķolah, dilakukan bertahun tahun saya sungguh kagum,” ujarnya sembari menambahkan energi mamanya serta mama – mama yang lain seperti turùn dari langit.

Ditegaskan sangat pantas ia menjadikan mamanya Kartini dalam hidupnya yang menjadi inspirasi perjuangan hidup.

Kedua, Kartini versinya adalah Ibu Megawati. Mengapa Ibu Mega? Karena ia melihat perjuangan Ibu Mega melawan hegemoni negara saat Rezim Orde Baru, ia berjuang gigih, tidak takut, ia yakin akan apa yang diperjuangkannya. Perjuangan Ibu Mega menjadi spirit baginya dalam berjuang. Ibu Mega sangat pantas menjadi Kartini versinya.

Lebih lanjut penyuka bubur ini mengemukakan setiap orang mempunyai Tokoh Kartini versinya. Apakah itu ibunya, bibinya, para feminis di luar negeri, Indonesia atau NTT, atau mama – mama petani, pedagang asongan, penjual sayur, pemulung, asisten rumah tangga atau siapa saja. Setiap orang bebas membuat Kartini versinya.

“Saya mencoba mengeksplor KartiniChallenge pada Perayaan Hari Kartini 21 April 2021,” ucapnya.

Tujuan peringatan Perayaan Hari Kartini untuk merawat dan menjaga semangat Kartini dan menginterpretasi perjuangannya dalam perjuangan perjuangan Penegakkan Hak – Hak Perempuan.

Jadi Tahun 2021 ia membuat KartiniChallenge dimana setiap orang bisa menceritakan Tokoh Kartini versi mereka, mengapa menjadikannya Tokoh Kartini versi mereka. Yang berminat bisa mengikutinya dan membaca informasi yang diposting di akun facebook dan instagramnya.(non)