HUT Adhyaksa ke-60, Lakmas NTT Ingatkan Kembali Kasus Jalan Perbatasan Yang Digarap Kejari TTU Tahun 2014 Silam

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Direktur Lembaga Anti Kekerasan Masyarakat Sipil ( Lakmas) Cendana Wangi NTT, Viktor Manbait, S.H, kembali mengingatkan Kejaksaan Negeri Kefamenanu, atas kasus korupsi 7 Paket jalan perbatasan tahun 2013 yang mulai di garap Kejari TTU tahun 2014.

“Baru pada tahun 2018, tiga dari 7 paket jalan perbatasan yang dituntut oleh Kejari TTU di putus final dan berkekuatan hukum tetap. Dengan memenjarakan ketua PPK, 3 orang kontraktor, dengan sejumlah denda dan penggantian kerugian keuangan negara. Meski demikian, Kejari TTU hingga 2020 ini seperti abai untuk mengeksekusi 2 kontraktor terpidana lainya”, ujar Manbait kepada NTTOnlinenow.com, Jumat (24/07/2020) di Kefamenanu.

Bertepatan dengan perayaan HUT Adhyaksa ke – 60, Manbait kembali mengajak Aktifis Anti Korupsi di TTU untuk melihat lagi drama penegakan hukum 4 paket jalan perbatasan yang tersisa.



“Ke empat paket jalan tersisa yakni Ruas Jalan Fainake, Banain A yang di kerjakan CV. Pamitra dengan Pagu dana Rp.1.310.002.000. Kemudian Ruas Jalan Kantor Kecamatan Bikomi Utara yang di kerjakan CV. Kemilau Bahagia dengan Pagu Rp.869.500.000, Ruas Jalan Saenam-Nunpo Section II yang dikerjakan oleh CV. Viarie dengan nilai kontrak Rp.880.000.000 dan Peningkatan Ruas Jalan Saenam -Nunpo Section III yang dikerjakan CV.Tritunggal Abadi dengan nilai Kontrak Rp.2.957.200.000. Ke empat paket jalan ini yang kali lalu ditangguhkan penanganannya oleh Kejari TTU, dengan dalih jumlah kerugian negaranya lebih sedikit dari 3 Paket jalan perbatasan yang sudah di putus dan berkuatan hukum tetap oleh Pengadilan”, kata Manbait.

Manbait berharap, di ulang tahun Adhyaksa yang ke – 60 Kejaksaan lebih profesional dalam penegakan hukum, sehingga dapat meraih kepercayaan masyarakat.

“kita berharap di Ulang Tahun ke 60 Korps APH Adhyaksa, pada 22 Juli 2020 kemarin, menjadi momentum untuk terus meningkatkan kinerja pelayanannya dalam melaksanakan kekuasaan Negara di bidang Penuntutan, sebagai pengendali proses Perkara( Dominus Litus ) yang menentukan apakah suatu kasus dapat diajukan ke pengadilan atau tidak berdasarkan alat bukti yang sah sekaligus sebagai pelaksana putusan pidana ( executtive ambtenaar). Sehingga dapat memaksimalkan perannya dalam mencegah dan memberantas korupsi di Kabupaten TTU. Selamat Hari Bhakti ke-60 Adhyaksa. Semoga kejaksaan lebih profesional dan berintegritas dalam melaksanakan tugas dan pengabdiannya”, ucap Direktur Lakmas Cendana Wangi NTT, Viktor Manbait.