Kasus Penghinaan Pejabat Gereja Katolik, Taneo Gregorius Jalani Sidang Perdana

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Pengadilan Negeri Kefamenanu, kabupaten Timor Tengah Utara menggelar sidang perdana kasus penghinaan terhadap pejabat gereja Katolik yang dilaporkan umat Paroki Kiupukan, Maria Pengantara Rahmat.

Agenda sidang dengan terdakwa Taneo Gregorius alias Goris itu mengagendakan pembacaan dakwaan.

Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Kefamenanu, sidang dijadwalkan, Kamis (23/07/2020) pukul 10.00 Wita.

Sidang tersebut terdaftar dengan nomor perkara 49/Pid.B/2020/PN Kfm15 Jul dan telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Kefamenanu sejak tanggal 15 Juli 2020.

Kasus penghinaan yang berawal dengan sengketa tanah, hingga terjadi keributan di depan umum dengan mengeluarkan kara – kata kasar bernada penghinaan hingga nyaris terjadi bentrok fisik antara terdakwa dan saksi korban Romo Donatus Tefa, Pr, telah bergulir sejak bulan Mei 2019.

Laporan Isak Tikneon sebagai umat Paroki Kiupukan ke Polisi lantaran menyaksikan isi video yang berdurasi 1 menit 34 detik dengan TKP di Pelataran Bitauni kecamatan Insana, dianggap menghina dan sangat merendahkan Romo Donatus Tefa, Pr, Pastor Paroki Maria Pengantara Rahmat Kiupukan.



Hinaan tersebut tidak hanya ditujukan kepada pejabat gereja Katolik setempat namun mengarah ke seluruh gereja Katolik.

Pembacaan dakwaan oleh Jaksa Reza FA, SH yang berlangasung dalam sidang perdana di Pengadilan Negeri Kefamenanu, menyebutkan terdakwa Taneo Gregorius alias Goris telah dengan sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum. Kejadian tersebut berlangsung di pelataran Gua Bitauni, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur yang masih merupakan daerah hukum Pengadilan Negeri Kefamenanu.

Tindakan terdakwa berawal dari saksi Romo Donatus Tefa, Pr bersama-sama umat Paroki Kiupukan sedang melakukan kerja bakti di Pelataran Gua Butauni untuk mempersiapkan acara sambut baru.

Ketika itu saksi Romo Donatus Tefa, Pr melihat terdakwa mendatangi lokasi kerja bakti dan melarang seluruh umat untuk tidak bekerja di tanah miliknya. Saksi Romo Donatus Tefa, Pr meminta umat untuk tetap bekerja namun terdakwa kembali menghampiri saksi dan terus berteriak melontarkan kata – kata kasar bernada menghina dan merendahkan saksi sambil menunjuk jari telunjuk tangan kanan ke arah saksi, dihadapan umat gereja yang sedang bekerja. Diantaranya saksi Yohanes Benediktus Taolin dan saksi Vinsensius Besi.

Salah satu saksi, Yohanes Benediktus Taolin memeluk terdakwa dan membawa terdakwa menjauh dan melerai pertengkaran mulut antara saksi dan terdakwa.

Perbuatan terdakwa Taneo Gregorius alias Goris diatur dan diancam pidana dalam Pasal 310 ayat (1) KUHPidana, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama sembilan bulan.