Ose Luan : Tes CPNS Gunakan Sistem CAT Paling Adil dan Transparan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Ujian seleksi CPNS menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) dinilai paling adil, transparan dan terhindar kecurangan. Sistem CAT bisa melihat langsung nilai yang didapat setiap peserta juga bisa diakses oleh publik.

Demikian Wakil Bupati Belu, J. T Ose Luan saat konferensi pers terkait Seleksi CPNS tahun 2020 di ruang kerjanya, Selasa (4/2/2020) bersama awak media dan dinas terkait.

Lanjut dia, pengawasan ujian sangat ketat, dalam ruangan ujian hanya peserta dan pengawas dari BKN, sementara yang tidak berkepentingan dilarang masuk.

“Ini menunjukkan bahwa pengawasan ujian sangat ketat dan transparan, sehingga tidak ada lagi kesan negatif dalam ujian seleksi CPNS,” ujar Ose Luan.

Menurut mantan Sekda Belu itu, sejak dulu diketahuinya hingga sekarang pelaksanaan seleksi CPNS di Republik Indonesia gunakan tiga sistem antara lain, ujian sistem manual, sistem lembaran jawaban komputer (LJK) dan saat ini gunakan sistem CAT, dimana sistem ini paling adil dan transparan.

“Tes sekarang ini untuk dapatkan quota CPNS Belu tahun 2019 dengan 115 formasi yakni, tenaga pendidik 54 formasi, tenaga kesehatan 27 formasi dan tenaga teknis 36 formasi,” urai Ose Luan.

Sementara itu, Kepala BKPSDM, Anton Suri yang hadir dalam kegiatan menjelaskan, ada 2.562 orang peserta ujian CPNS di Belu yang lulus seleksi administrasi. “Rincian formasi guru ada 1.469 peserta, formasi medis 199 peserta dan formasi teknis 894 peserta,” sebut dia.

Dituturkan, dari 600 peserta yang mengikuti ujian hari pertama (kemarin,red) yang lulus passing grade hanya 96 orang. Peserta yang lulus passing grade belum otomatis mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) karena tergantung dari perengkingan yang ada di setiap formasi.

“Contoh di sekolah A butuh enam orang formasi guru, sedangkan 20 lebih lulus maka hanya 18 orang yang ikut SKB. Selesai SKB peserta harus lulus di tahap SKD dengan nilai passing grade yang telah ditetapkan total nilai 271 dengan rincian, TIU 80, TWK 66, dan TKP 126,” urai Suri.

Sekretaris Dinas Kesehatan, drg Theresia Un menyampaikan quota tenaga medis tahun 2019 hanya 27 formasi. Masih kurang dan Dinas butuhkan tambahan tenaga medis baik, dokter, perawat dan juga sanitarian, dan selama ini kekurangan medis bisa diisi tenaga kontrak daerah dan juga tenaga dari Kementerian Kesehatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belu, Jonisius R. Mali menuturkan, berdasarkan data yang ada formasi paling banyak yakni formasi guru. Kabupaten Belu masih butuh tenaga guru setiap tahun untuk mengisi kekurangan guru.